- Garuda Indonesia menjalankan 11 inisiatif strategis transformasi bisnis untuk mendorong pemulihan kinerja perusahaan.
- Perusahaan menargetkan tahun 2026 sebagai fase akselerasi pemulihan kinerja melalui penguatan fundamental bisnis.
- Armada yang dapat dioperasikan ditargetkan mencapai 118 unit pada akhir 2026 melalui pemulihan bertahap.
Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat langkah transformasi bisnisnya dengan menjalankan 11 inisiatif strategis guna mendorong pemulihan kinerja perusahaan. Maskapai pelat merah ini menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround seiring penguatan fundamental bisnis dan operasional.
Langkah transformasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari optimalisasi jaringan rute, peningkatan kapasitas armada, transformasi digital platform, hingga penguatan revenue management dan monetisasi kargo.
Selain itu, Garuda juga fokus pada efisiensi biaya, digitalisasi operasional, penguatan struktur organisasi, hingga peningkatan pengalaman pelanggan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Gleeny Kairupan, menegaskan bahwa transformasi ini menjadi kunci dalam memperbaiki kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
"Melalui berbagai langkah transformasi yang dijalankan secara disiplin dan terukur, Garuda Indonesia menempatkan tahun 2026 sebagai titik akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan. Penguatan fundamental bisnis yang telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir menjadi landasan penting untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi, optimalisasi pendapatan, serta efisiensi operasional yang lebih berkelanjutan," ujar Glenny seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).
Seiring dengan implementasi strategi tersebut, Garuda Indonesia juga terus memperkuat kapasitas operasional melalui pemulihan armada secara bertahap. Hingga akhir 2025, jumlah pesawat yang dapat dioperasikan (serviceable aircraft) meningkat menjadi sekitar 99 unit dan ditargetkan terus bertambah pada 2026.
Ke depan, Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, menargetkan kesiapan hingga 118 armada pada akhir 2026. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas layanan penerbangan.
Selain itu, penguatan struktur permodalan juga menjadi bagian penting dari transformasi. Dukungan pendanaan dari pemegang saham dinilai mampu memperbaiki likuiditas perusahaan, sehingga dapat menopang berbagai program perbaikan operasional.
Garuda Indonesia optimistis, dengan eksekusi transformasi yang konsisten serta dukungan pemegang saham dan mitra strategis, kinerja perusahaan akan terus membaik dan mampu bersaing di industri penerbangan global.
Baca Juga: CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen
Upaya transformasi ini juga diharapkan memperkuat peran Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang adaptif, kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi industri aviasi dan perekonomian Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!