- PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) mencatat pendapatan Rp2,5 triliun dan laba bersih Rp1,4 triliun sepanjang tahun 2025.
- Peningkatan kinerja didorong oleh optimalisasi produk bernilai margin tinggi di kawasan distrik bisnis PIK2.
- Hingga akhir 2025, aset CBDK mencapai Rp23 triliun dengan cadangan lahan seluas 702 hektare di PIK2.
Suara.com - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025. Emiten pengembang kawasan pusat bisnis di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) ini berhasil meningkatkan pendapatan sekaligus laba bersih secara signifikan.
Sepanjang 2025, CBDK membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh sekitar 11 persen, dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp1,4 triliun atau meningkat 48 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut turut diikuti dengan peningkatan profitabilitas perusahaan. Margin laba kotor tercatat sebesar 66 persen, sedangkan margin laba bersih mencapai 54 persen.
Peningkatan kinerja ini ditopang oleh optimalisasi komposisi produk serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi yang dikembangkan di kawasan distrik bisnis PIK2.
Sejumlah produk yang telah diserahterimakan kepada konsumen sepanjang 2025 meliputi SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, hingga Rukan Asia Afrika. Produk-produk ini dirancang untuk menunjang aktivitas bisnis dan perdagangan di kawasan tersebut.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya pengembangan kawasan bisnis terpadu di PIK2.
“Sepanjang tahun 2025, CBDK berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 48 persen YoY menjadi Rp1,4 triliun. Kami juga melihat peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai 66 persen dan margin laba bersih sebesar 54 persen,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).
Dari sisi fundamental, perusahaan juga menunjukkan kondisi neraca yang solid. Hingga 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun.
Baca Juga: Emiten Klinik PRDA Raup Laba Bersih Rp 207 Miliar Sepanjang 2025
Selain itu, CBDK memiliki cadangan lahan seluas kurang lebih 702 hektare di kawasan PIK2 yang akan menjadi basis pengembangan proyek residensial dan komersial ke depan.
Steven menilai, pengembangan kawasan terpadu menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik PIK2 sebagai pusat ekonomi baru.
“Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2,” ucap Steven Kusumo.
Ke depan, perusahaan berencana terus mendorong pengembangan distrik bisnis di kawasan PIK2 melalui optimalisasi cadangan lahan serta pengembangan proyek-proyek bernilai tambah tinggi.
Berita Terkait
-
COO Danantara Yakin Garuda Indonesia Bisa Kembali Untung di Kuartal III-2026
-
Laba Krom Bank (BBSI) Meroket 17 Persen, DPK Melejit 212 Persen
-
Emiten CGAS Torehkan Laba Bersih Rp 9,89 Miliar Hingga Kuartal III-2025
-
PANI Laporkan Proyek Ambisius Berkapasitas 104 Ribu Orang
-
KB Bank Catat Laba Bersih Rp265 Miliar di Kuartal III 2025, Optimistis Kredit Tumbuh 15 Persen
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan