- Pendampingan terstruktur meningkatkan produktivitas petani sawit yang sebelumnya terkendala masalah teknis budidaya.
- Kemitraan plasma dan program seperti PERKASA memberikan pengetahuan teknis mulai pemupukan hingga panen optimal.
- Program PERKASA sejak akhir 2024 telah menjangkau petani di Jambi, Kalteng, dan Kaltim untuk peningkatan kapasitas.
Suara.com - Produktivitas petani kelapa sawit di sejumlah daerah mulai menunjukkan peningkatan seiring adanya pendampingan dan pelatihan yang lebih terstruktur. Selama ini, tantangan yang dihadapi petani tidak hanya berasal dari fluktuasi harga, tetapi juga persoalan teknis di lapangan.
Mulai dari penggunaan bibit yang kurang berkualitas, pemupukan yang tidak tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor yang memengaruhi hasil produksi kebun.
Kondisi tersebut diperparah dengan praktik budidaya yang masih mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa perhitungan agronomis yang terukur.
Indra Ayu Riantika, petani plasma Koperasi Jati Sejahtera di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, mengaku pernah mengalami hal tersebut. Ia menyebut, sebelumnya proses pemupukan dan panen dilakukan tanpa perencanaan yang jelas.
Perubahan mulai dirasakan setelah mengikuti program pendampingan melalui pola kemitraan dengan perusahaan.
"Melalui kemitraan plasma dengan PT Sukses Karya Mandiri (SKM), kami sebagai anggota koperasi benar-benar merasakan manfaatnya. Hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga," ujar Indra seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh dari pendampingan tersebut juga dapat diterapkan di kebun lainnya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi.
Hal serupa dirasakan Muslimin, petani plasma Koperasi Belum Lukut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berkat pendampingan yang diterima, produktivitas kebunnya kini mencapai 24,51 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun.
"Dari yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang merawat sawit, kini dari kebun, saya menemukan harapan. Melalui ketekunan dan pendampingan yang berkelanjutan, kebun yang saya miliki telah menunjukkan hasil nyata untuk menopang kehidupan saya dan keluarga," paparnya.
Baca Juga: Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
Pendampingan ini merupakan bagian dari pola kemitraan yang dijalankan Triputra Agro Persada melalui sejumlah entitas anak usahanya di berbagai wilayah operasional.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan program Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) untuk meningkatkan kapasitas petani secara lebih luas. Program ini memberikan pemahaman teknis mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, hingga praktik panen yang optimal.
Sejak diluncurkan pada akhir 2024, program PERKASA telah menjangkau petani mandiri di 69 desa yang tersebar di 10 kabupaten di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Salah satu peserta pelatihan, Maijan, petani di Kabupaten Muaro Jambi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
"Melalui Pelatihan PERKASA yang diadakan PT Brahma Binabakti, saya belajar banyak hal tentang cara merawat kebun, termasuk pemupukan yang tepat agar tanah tetap sehat dan pohon berbuah optimal, dan saya telah membuktikannya," kata Maijan.
Bagi para petani, perubahan yang dirasakan tidak hanya dari sisi teknik bertani, tetapi juga meningkatnya kepercayaan diri dalam mengelola kebun secara lebih profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun
-
Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus
-
Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi
-
Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur
-
Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur
-
Sistem One Way Terus Berlangsung di Jalan Tol Trans Jawa
-
Lebaran 1447 H, PLN Siagakan 439 SPKLU di Jalur Jatim-Bali demi Keamanan & Kenyamanan Pemudik
-
Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis
-
Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!
-
Pemerintah Kaji Rencana Perluasan Rusun Subsidi Jadi 45 Meter Persegi