- Program Pondasi PT Triputra Agro Persada Tbk merenovasi rumah warga Desa Jahitan, Kalimantan Tengah, terdampak angin kencang 2024.
- Renovasi rumah yang rusak akibat bencana meningkatkan ketenangan, mendukung produktivitas, dan memfasilitasi kegiatan belajar anak.
- Program Pondasi telah memperbaiki 189 rumah di Jambi, Kaltim, dan Kalteng sejak Juli 2025 sebagai bagian kontribusi perusahaan.
Suara.com - Hunian yang aman dan layak bukan hanya soal tempat berteduh. Bagi banyak keluarga di desa, rumah menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas sehari-hari.
Hal inilah yang kini dirasakan warga Desa Jahitan, Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah, setelah rumah mereka diperbaiki melalui program Pondasi.
Mujianto menjadi salah satu penerima manfaat. Ia sempat hidup dalam kecemasan setelah rumahnya porak-poranda dihantam angin kencang pada 2024. Kondisi bangunan yang nyaris ambruk membuat keluarganya terus dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun atau angin bertiup.
"Atapnya terangkat, dindingnya retak. Setengah rumah ini hancur," ujarnya, seperti dikutip, Jumat (20/2/2026).
Dengan keterbatasan biaya, Mujianto tetap bertahan di rumah tersebut. Namun, situasi berubah ketika bantuan renovasi datang melalui program Pondasi (Program Renovasi dan Sanitasi) yang dijalankan oleh PT Triputra Agro Persada Tbk di sekitar wilayah operasionalnya, salah satunya oleh PT Gawi Bahandep Sawit Mekar.
"Sekarang rumah sudah diperbaiki, jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi," kata Mujianto.
Bagi Mujianto, perubahan fisik rumah membawa dampak yang lebih luas. Rasa aman yang kembali hadir membuat keluarga bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui kekhawatiran. Rumah kembali menjadi ruang tumbuh bagi keluarga.
Hal serupa dirasakan Aidiy, warga Desa Jahitan lainnya. Sebelum perbaikan dilakukan, anak-anaknya kerap kesulitan belajar saat hujan turun.
“Kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar,” katanya.
Baca Juga: LIppo Group Genjot Penyedian Hunian 3 Juta Rumah Lewat Renovasi 1.500 Hunian di Malang
Kini, atap yang lebih kokoh dan ruangan yang lebih nyaman membuat proses belajar anak-anaknya berjalan tanpa gangguan. Kondisi hunian yang layak secara tidak langsung mendorong kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.
Perubahan juga dirasakan Risnawati, terutama di dapur rumahnya. Sebelum mendapat bantuan, area memasak di rumahnya sempit dan rawan licin karena air mudah menggenang. "Dulu kalau memasak sering khawatir terpeleset, lantainya licin dan air mudah menggenang," tuturnya.
Setelah direnovasi, dapurnya menjadi lebih rapi, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang lebih baik. "Sekarang memasak jadi lebih aman dan keluarga juga merasa lebih sehat,? ungkapnya.
Program Pondasi digagas sebagai bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri dan dijalankan di wilayah operasional anak perusahaan guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui kontribusi nyata dan kolaborasi demi kemajuan masyarakat, lingkungan, dan negeri.
Secara bertahap, program yang berjalan sejak Juli 2025 ini telah memperbaiki 189 rumah dari target 303 rumah. Pelaksanaannya mencakup wilayah Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, serta dilakukan secara kolaboratif bersama para pemangku kebijakan dan pemerintah desa setempat agar bantuan tepat sasaran.
Di banyak wilayah, persoalan hunian layak masih menjadi tantangan yang kerap luput dari perhatian. Padahal, rumah yang aman dan sehat merupakan fondasi penting bagi keluarga untuk hidup lebih produktif dan bermartabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram
-
Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya
-
Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan
-
Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur
-
IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100
-
IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?
-
Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu