- Menteri Keuangan memilih efisiensi anggaran daripada menaikkan defisit APBN akibat kenaikan harga minyak global.
- Kenaikan defisit APBN dianggap berisiko memicu penambahan utang negara dan protes masyarakat luas.
- Pemerintah mampu menutupi kebutuhan dana tambahan sekitar Rp110 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa lebih memilih efisiensi anggaran ketimbang menaikkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) imbas kenaikan harga minyak dari perang Amerika Serikat vs Iran.
Menkeu Purbaya beralasan, jika lebih memilih menaikkan defisit APBN, maka Pemerintah harus siap menambah utang. Hal itu bakal menimbulkan protes dari masyarakat.
"Entar lu marah-marah lagi, 'Pemerintah utang terus' katanya," ucap dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Rabu (18/3/2026).
Bendahara Negara mengakui kalau Pemerintah masih memikirkan opsi apabila kenaikan harga minyak menekan kenaikan subsidi dari APBN. Skenario ideal juga masih terus dihitung.
Saat ditanya apakah memungkinkan defisit anggaran naik ke 3,5 persen yang kemungkinan menambah Rp 110 triliun, Purbaya menyebut kalau itu tidak diperlukan.
Sebab Pemerintah masih memiliki kas Saldo Anggaran Lebih (SAL) demi mendapatkan dana tersebut.
"Gini, kalau cuma butuh Rp 110 triliun saja, saya bisa tutup dari SAL saya," lanjutnya.
Bahkan Purbaya berkelakar apabila defisit APBN naik hingga 10 persen, Pemerintah masih memiliki dana yang cukup. Ia meminta publik untuk tidak takut dengan kondisi ekonomi RI.
"Kenapa enggak 10 persen sekalian? 3,5 (persen) naikin, naikin, naikin. Masih cukup kan uang saya. Jadi Anda enggak usah takut, saya masih punya tabungan," beber dia.
Baca Juga: Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
"Jadi jangan takut. Kita akan pasti putuskan yang terbaik buat masyarakat dan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
Sekadar informasi, defisit APBN adalah jumlah pengeluaran atau belanja negara lebih besar daripada pemasukan atau penerimaan negara. Hal ini sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir
-
Anggaran 2026 Efisiensi Ekstrem Imbas Defisit, Dana Program-program Ini Tetap Aman
-
Efisiensi APBN 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR Tegaskan Sektor Pendidikan Harus Diproteksi
-
Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi
-
Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia
-
Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!