- Menteri Keuangan Purbaya optimis IHSG akan mencapai 10.000 akhir tahun karena fundamental ekonomi Indonesia kuat.
- Purbaya menyatakan kinerja ekonomi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 lainnya.
- Menkeu menganjurkan investor untuk membeli saham karena fondasi ekonomi negara dinilai masih sangat bagus.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap percaya diri soal target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus ke level 10.000 pada akhir tahun, sesuai janjinya. Ia beralasan kalau fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
"To the moon tetap 10.000 masih bisa bisa karena memang ekonomi memang baik," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Selasa (17/3/2026).
Menkeu Purbaya beralasan kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara G20.
"Kita galakkan ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga kita. Kita sudah nomor satu di G20. Lu masih enggak percaya juga?" lanjutnya.
Bendahara Negara mengklaim dengan modal yang sama hingga defisit terkendali, Indonesia masih bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
"Itu sudah jago banget," timpal dia.
Purbaya juga menilai kalau ini waktu yang tepat untuk serok saham di bursa. Ia kembali menegaskan kalau ekonomi RI masih cukup bagus.
"Kalau saya bilang, iya (serok-serok saham). Pilih saham yang bagus, waktunya buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus," jelasnya.
Diketahui IHSG akhirnya rebound tinggi pada penutupan jelang libur panjang lebaran. Pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, IHSG naik 1,20 persen ke level 7.106.
Baca Juga: Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG dipicu oleh sentimen positif dari global, terutama kenaikan indeks-indeks di Wall Street pada (16/3) serta mayoritas bursa Asia pada (17/3).
Selain itu, pergerakan harga minyak mentah juga turut menjadi perhatian pelaku pasar. Sempat terkoreksi, harga minyak kembali berbalik menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
-
Purbaya Serang Ekonom TikTok: Cuma Sensasi, Enggak Pernah Belajar Ekonomi
-
Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri
-
Anggaran Jebol! Ambisi Netanyahu Lawan Iran Seret Israel ke Krisis Ekonomi
-
Jelang Libur Panjang, IHSG Melonjak ke 7.106 Didorong Wall Street
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok
-
Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat