Bisnis / Makro
Selasa, 17 Maret 2026 | 20:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya optimis IHSG akan mencapai 10.000 akhir tahun karena fundamental ekonomi Indonesia kuat.
  • Purbaya menyatakan kinerja ekonomi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan dengan negara-negara anggota G20 lainnya.
  • Menkeu menganjurkan investor untuk membeli saham karena fondasi ekonomi negara dinilai masih sangat bagus.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap percaya diri soal target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus ke level 10.000 pada akhir tahun, sesuai janjinya. Ia beralasan kalau fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"To the moon tetap 10.000 masih bisa bisa karena memang ekonomi memang baik," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Selasa (17/3/2026).

Menkeu Purbaya beralasan kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara G20.

"Kita galakkan ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga kita. Kita sudah nomor satu di G20. Lu masih enggak percaya juga?" lanjutnya.

Bendahara Negara mengklaim dengan modal yang sama hingga defisit terkendali, Indonesia masih bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

"Itu sudah jago banget," timpal dia.

Purbaya juga menilai kalau ini waktu yang tepat untuk serok saham di bursa. Ia kembali menegaskan kalau ekonomi RI masih cukup bagus.

"Kalau saya bilang, iya (serok-serok saham). Pilih saham yang bagus, waktunya buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus," jelasnya.

Diketahui IHSG akhirnya rebound tinggi pada penutupan jelang libur panjang lebaran. Pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, IHSG naik 1,20 persen ke level 7.106.

Baca Juga: Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG dipicu oleh sentimen positif dari global, terutama kenaikan indeks-indeks di Wall Street pada (16/3) serta mayoritas bursa Asia pada (17/3).

Selain itu, pergerakan harga minyak mentah juga turut menjadi perhatian pelaku pasar. Sempat terkoreksi, harga minyak kembali berbalik menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Load More