Bisnis / Energi
Kamis, 19 Maret 2026 | 08:38 WIB
Rudal Balistik Emad Buatan Iran. (militarytoday.com)
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI melonjak signifikan pasca Iran menyerang fasilitas energi, menandai eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • Serangan Iran menyebabkan kerusakan fasilitas di Ras Laffan Qatar dan menghentikan jalur distribusi vital melalui Selat Hormuz.
  • Amerika Serikat merespons dengan kebijakan darurat, termasuk dispensasi Undang-Undang Jones Act, untuk meredam dampak krisis energi.

Pemerintah AS juga dilaporkan akan melonggarkan aturan pengurangan emisi untuk bensin musim panas. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai hanya memberikan dampak terbatas terhadap pergerakan harga bahan bakar di pasar global.

Load More