- Pasar energi global stabil setelah Presiden Trump mengisyaratkan berakhirnya operasi militer AS terhadap Iran.
- Harga minyak mentah AS turun ke US$86 per barel karena meredanya kekhawatiran penutupan Selat Hormuz.
- Trump marah atas serangan Israel terhadap depot minyak Iran, membatalkan pertemuan puncak antar-sekutu baru-baru ini.
Suara.com - Pasar energi global mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan isyarat bahwa operasi militer AS di Iran akan segera berakhir.
Sinyal positif yang muncul pasca-percakapan telepon rahasia antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ini memberikan dampak instan terhadap harga komoditas minyak mentah yang sebelumnya sempat melonjak tajam akibat eskalasi di Timur Tengah.
Penurunan Harga Minyak Mentah dan Stabilisasi Selat Hormuz
Dinamika pasar minyak dunia, yang selama beberapa pekan terakhir dipenuhi ketidakpastian, mulai kembali terkendali.
Harga minyak mentah AS kini tercatat turun ke angka US$86 per barel, setelah sempat menyentuh level US$91 per barel akibat kekhawatiran tertutupnya Selat Hormuz—jalur logistik minyak paling strategis di dunia.
Harga minyak mentah WTI tersebut secara kontinyu terus turun dari level tertinggi USD 120 kemarin.
CBS News melaporkan, pernyataan Trump yang mengindikasikan bahwa militer Iran telah usai dan situasi di Selat Hormuz akan kembali normal menjadi katalis utama bagi penurunan harga tersebut.
Hal ini memberikan kelegaan bagi pasar keuangan global, di mana indeks saham utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mencatatkan rebound signifikan setelah sempat terpuruk akibat kecemasan akan krisis energi.
Meski harga mulai turun, friksi di balik layar justru memanas antara Washington dan Tel Aviv. Presiden Trump dilaporkan sangat murka atas serangan udara Israel terhadap 30 depot minyak Iran pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Praperadilan Direktur PT WKM, Kuasa Hukum Nilai Instrumen Negara Digunakan untuk Perang Dagang
Gedung Putih menilai aksi tersebut sebagai langkah yang kontraproduktif.
Penasihat Trump, seperti yang dilansir via Mail, mengungkapkan bahwa Presiden sangat berupaya "menyelamatkan minyak" agar tidak terbakar percuma.
Serangan yang menyebabkan kebakaran besar pada fasilitas minyak tersebut tidak hanya memicu kepanikan pasar, tetapi juga langsung membebani masyarakat Amerika dengan kenaikan harga bensin yang kini rata-rata mencapai US$3,4 per galon.
Rasa frustrasi Washington terhadap langkah Israel ini bahkan berujung pada pembatalan pertemuan puncak antar-sekutu yang seharusnya dijadwalkan awal pekan ini.
Trump menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan saat ini hanyalah "ekskursi jangka pendek".
Dengan klaim bahwa kemampuan militer Iran sudah tidak tersisa, pasar memprediksi tekanan pada harga energi akan terus berkurang dalam beberapa waktu ke depan.
Namun, di tengah penurunan harga ini, investor tetap perlu waspada terhadap kebijakan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, dan potensi respon Israel berikutnya.
Berita Terkait
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju