- PT PELNI mencatat lonjakan signifikan pada puncak arus mudik 18 Maret 2026 dengan total 31.131 penumpang, naik 12,2 persen dari tahun sebelumnya.
- Program diskon tiket kapal pemerintah diminati tinggi; hingga 19 Maret 2026, sudah terjual 338.474 tiket atau 72persen dari total kuota.
- Pelabuhan Makassar menjadi titik keberangkatan terpadat hingga 19 Maret 2026, sementara Surabaya menjadi pelabuhan tujuan paling ramai.
Suara.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatat adanya lonjakan penumpang kapal laut saat arus mudik tahun ini. Tercatat, lonjakan penumpang ini terjadi pada puncak arus mudik yang jatuh di 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 31.131 orang, atau meningkat 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini sejalan dengan tingginya minat masyarakat memanfaatkan program diskon tiket kapal yang digulirkan pemerintah. Hingga 19 Maret 2026, penjualan tiket diskon transportasi PELNI telah mencapai 338.474 tiket atau setara 72 persen dari total kuota yang disediakan.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan, tren kenaikan penumpang sudah terlihat sejak awal periode mudik. Bahkan, penjualan tiket diskon untuk keberangkatan 11 hingga 22 Maret 2026 telah mencapai ratusan ribu tiket.
"Per tanggal 19 Maret, total penjualan tiket diskon untuk periode arus mudik keberangkatan tanggal 11 hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 200.346 tiket. Sementara puncak arus mudik secara keseluruhan telah terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.131 penumpang. Angka ini meningkat sekitar 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 27.741 penumpang," ujar Ditto dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (20/3/2026).
Tak hanya dari sisi penjualan, realisasi penumpang yang telah berangkat menggunakan tiket diskon juga terbilang tinggi. Untuk periode 11 hingga 19 Maret 2026, jumlah penumpang diskon mencapai 168.819 orang, dengan puncak harian terjadi pada 18 Maret sebanyak 27.790 penumpang.
Menurut Ditto, tingginya animo masyarakat turut dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang sempat diberlakukan beberapa waktu lalu, sehingga memberi fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan mudik.
Di sisi lain, PELNI memastikan lonjakan jumlah penumpang tetap diimbangi dengan aspek keselamatan pelayaran. Perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan kapasitas kapal tidak melebihi batas yang ditentukan.
Sementara itu, pelabuhan keberangkatan terpadat hingga 19 Maret 2026 tercatat di Makassar dengan 36.428 penumpang, disusul Balikpapan 30.794 penumpang dan Batam 29.169 penumpang. Adapun pelabuhan tujuan terpadat adalah Surabaya dengan 50.556 penumpang.
Untuk rute, lintasan Batam–Belawan menjadi yang paling ramai dengan 24.461 penumpang, diikuti Belawan–Batam dan Balikpapan–Surabaya.
Baca Juga: Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen
Meski penyerapan tiket diskon terus meningkat, PELNI mengingatkan masyarakat bahwa kuota program stimulus ini kian menipis. Saat ini, sisa kuota diskon tinggal sekitar 28 persen dan berlaku hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan sampai 5 April 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
-
Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik
-
Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%