- Harga emas Antam per 9 Maret 2026 tercatat Rp3.004.000 per gram, turun dari harga Sabtu sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan menjadi Rp2.757.000 per gram dibandingkan hari Sabtu lalu.
- Harga emas dunia melemah akibat dolar AS menguat, sementara investor menanti data inflasi CPI AS.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 9 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.004.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu mulai menyusut Rp 55.000 dibandingkan Sabtu, 7 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.757.000 per gram.
Harga buyback itu juga merosot Rp 65.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.555.880
- Emas 1 Gram Rp 3.011.510
- Emas 2 gram Rp 5.962.870
- Emas 3 gram Rp 8.919.243
- Emas 5 gram Rp 14.831.988
- Emas 10 gram Rp 29.809.338
- Emas 25 gram Rp 73.896.280
- Emas 50 gram Rp 147.713.363
- Emas 100 gram Rp 295.348.530
- Emas 250 gram Rp 738.105.663
- Emas 500 gram Rp 1.476.000.800
- Emas 1.000 gram Rp 2.951.961.500
Harga Emas Dunia Menyusut
Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada awal pekan. Logam mulia tersebut tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.
Mengutip analisis FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) turun ke sekitar USD 5.075 per troy ons pada perdagangan sesi Asia, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Harga Emas Stabil 9 Maret, di Pegadaian Masih di Atas 3 Jutaan
Tekanan terhadap emas terjadi karena penguatan dolar AS membuat harga logam mulia menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, lonjakan harga minyak mentah juga memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat.
Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga.
Pasar saat ini memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga pada pertemuan 17–18 Maret mendatang. Sejumlah ekonom bahkan memperkirakan pemangkasan suku bunga baru berpotensi terjadi pada Juni atau Juli 2026.
Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut kenaikan harga minyak kemungkinan hanya bersifat sementara sehingga belum tentu memerlukan respons kebijakan moneter tambahan. Namun, ia juga mengakui adanya ketidakpastian jika konflik geopolitik terus berlanjut dan mendorong harga energi naik lebih tinggi.
Selain faktor suku bunga, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memberikan dukungan bagi emas dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T