- Harga emas diprediksi mengalami volatilitas tinggi di awal pekan, meskipun tren jangka menengah mengindikasikan penguatan fundamental.
- Analis memprediksi potensi koreksi harga ke level lebih rendah, seperti emas dunia menyentuh $4.363 per troy ons atau lebih rendah.
- Dinamika geopolitik global adalah faktor utama yang mendorong pasar, namun tren jangka panjang emas tetap berada dalam jalur kenaikan signifikan.
Suara.com - Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.
Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.
“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.
Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.
Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.
Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:
Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.
Baca Juga: Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini
Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.
Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.
Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.
Meski ada potensi koreksi jangka pendek, Ibrahim mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, tren emas tetap dalam jalur kenaikan (bullish).
"Masyarakat tidak perlu khawatir, ini hanya koreksi sesaat. Dalam jangka panjang, saya optimistis harga emas dunia bisa mencapai 6.000 dolar AS per troy ons, dan logam mulia domestik berpeluang menembus Rp4.000.000 per gram," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
-
Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
-
IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900
-
BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen