Bisnis / Keuangan
Senin, 30 Maret 2026 | 11:54 WIB
ilustrasi emas, harga jual emas perhiasan hari ini (freepik)
Baca 10 detik
  • Harga emas diprediksi mengalami volatilitas tinggi di awal pekan, meskipun tren jangka menengah mengindikasikan penguatan fundamental.
  • Analis memprediksi potensi koreksi harga ke level lebih rendah, seperti emas dunia menyentuh $4.363 per troy ons atau lebih rendah.
  • Dinamika geopolitik global adalah faktor utama yang mendorong pasar, namun tren jangka panjang emas tetap berada dalam jalur kenaikan signifikan.

Suara.com - Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi pada pembukaan pekan ini.

Meski tren jangka menengah menunjukkan sinyal penguatan, harga emas saat ini dinilai masih tertahan setelah gagal mencapai target kenaikan pada pekan sebelumnya.

Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 4.495 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik ditutup pada kisaran Rp2.837.000 per gram.

“Target pekan lalu di angka Rp2.800.000 per gram memang belum terealisasi, yang menandakan pergerakan harga masih tertahan di area tertentu,” ujar Ibrahim dalam riset mingguannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ibrahim memetakan adanya potensi koreksi teknis di awal pekan. Jika tekanan jual meningkat, harga emas dunia diprediksi bisa melandai ke level 4.363 dolar AS per troy ons, yang akan menyeret harga emas domestik ke kisaran Rp2.815.000 per gram.

Dalam skenario pelemahan yang lebih dalam selama sepekan ke depan, harga emas dunia bahkan berisiko menyentuh 4.138 dolar AS per troy ons.

Jika kondisi ini terjadi, harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus level psikologis Rp2.800.000 hingga mencapai rentang Rp2.750.000 per gram.

Di sisi lain, peluang rebound tetap terbuka lebar. Ibrahim menetapkan beberapa titik resistensi penting:

Resistensi I: Emas dunia di level 4.666 dolar AS, dengan harga domestik di kisaran Rp2.855.000 per gram.

Baca Juga: Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Resistensi II: Emas dunia mencapai 4.912 dolar AS, dengan harga domestik diprediksi menyentuh Rp2.920.000 per gram.

Terkait peluang emas domestik menembus angka Rp3.000.000 per gram, Ibrahim menilai kemungkinannya masih kecil untuk pekan ini, namun berpotensi besar terjadi pada pekan berikutnya.

Dinamika geopolitik global ditegaskan masih menjadi penggerak utama pasar komoditas, termasuk emas, nilai tukar dolar AS, hingga minyak mentah. Ketidakpastian situasi di berbagai kawasan dunia membuat investor cenderung bersikap selektif.

Meski ada potensi koreksi jangka pendek, Ibrahim mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, tren emas tetap dalam jalur kenaikan (bullish).

"Masyarakat tidak perlu khawatir, ini hanya koreksi sesaat. Dalam jangka panjang, saya optimistis harga emas dunia bisa mencapai 6.000 dolar AS per troy ons, dan logam mulia domestik berpeluang menembus Rp4.000.000 per gram," pungkasnya.

Load More