- Indonesia dan China memperkuat kerja sama pangan melalui forum di Wuhan guna mendorong peningkatan ekspor produk nasional.
- Fokus utama kemitraan mencakup rantai pasok terintegrasi, inovasi teknologi, perluasan akses pasar, dan investasi jangka panjang.
- Partisipasi Indonesia di China Food Trade Fair 2026 bertujuan menampilkan produk unggulan dan menarik investasi basis produksi dalam negeri.
Suara.com - Pemerintah mendorong peningkatan ekspor pangan ke China dengan memperkuat kerja sama industri dan perdagangan melalui Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan.
Langkah ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi serta memperluas akses pasar produk nasional.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pangan agar mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, kolaborasi dengan China perlu mencakup seluruh rantai nilai industri.
“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” jelas Maman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menilai kerja sama tersebut perlu diarahkan pada implementasi nyata dalam bentuk investasi jangka panjang.
“Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan, dan diwujudkan dalam kerja sama strategis dan investasi jangka panjang,” tambahnya.
Forum tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas ekspor sekaligus menarik investasi industri pengolahan ke dalam negeri.
Dengan masuknya investasi, kapasitas produksi nasional diharapkan meningkat dan ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 melalui Indonesia Pavilion.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
Paviliun tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan produk unggulan sekaligus menjajaki kemitraan bisnis dengan pelaku industri global.
Sebanyak 17 exhibitor dari Indonesia ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan bernilai tambah.
Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menyebut forum ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan industri dalam negeri.
“Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ungkapnya.
Dari sisi perdagangan, kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan dengan mitra China.
Salah satunya berupa Letter of Intent (LoI) yang berkaitan dengan pengembangan akses pasar dan distribusi produk Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menilai potensi pasar China masih terbuka lebar bagi produk Indonesia.
“Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh di pasar global,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI