- Ingka Group akan merampingkan organisasi dengan memangkas sekitar 800 posisi karyawan berbasis kantor secara global.
- Pemangkasan posisi ini bertujuan mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan adaptabilitas terhadap dinamika industri ritel.
- Langkah efisiensi ini terjadi setelah dua tahun penjualan IKEA menurun, sejalan tren pemutusan hubungan kerja di sektor ritel.
Suara.com - Perusahaan pemilik sebagian besar gerai IKEA di dunia, Ingka Group, mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 800 posisi karyawan berbasis kantor.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya merampingkan organisasi agar lebih cepat dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri ritel global.
CEO Ingka, Juvencio Maeztu, yang baru menjabat sejak November, mengatakan bahwa struktur organisasi yang lebih ramping akan mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan tanggung jawab lebih besar kepada lini depan.
“Dunia saat ini menuntut kecepatan dan kelincahan yang lebih tinggi, baik secara global maupun di industri ritel. Karena itu, kami perlu mengurangi kompleksitas,” ujarnya dilansir dari Personal Today, Senin (23/3/2025).
Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah penurunan penjualan IKEA selama dua tahun terakhir. Perusahaan menyebut penurunan tersebut berkaitan dengan strategi pemotongan harga guna meningkatkan pangsa pasar dan volume penjualan.
Maeztu menegaskan bahwa fokus perusahaan kini diarahkan ke lini operasional terdepan agar keputusan bisa diambil lebih cepat dan tepat.
Apalagi, pemangkasan akan menyasar karyawan kantor di berbagai wilayah, terutama di Swedia dan kantor pusat di Belanda. Namun, perusahaan belum merinci posisi apa saja yang akan terdampak.
Selain itu, unit IKEA Sweden juga mengumumkan pengurangan sekitar 145 posisi tambahan. Sebelumnya, IKEA Norwegia telah lebih dulu menyatakan akan memangkas 50 hingga 60 pekerjaan di kantor pusatnya.
Langkah IKEA ini mengikuti tren serupa di sektor ritel global yang tengah menghadapi perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli konsumen.
Baca Juga: HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan
Beberapa perusahaan besar juga telah melakukan efisiensi tenaga kerja, termasuk Nike yang memangkas 775 karyawan di Amerika Serikat serta Home Depot yang mengumumkan pengurangan 800 pekerja pada Januari lalu.
Secara keseluruhan, Ingka mempekerjakan sekitar 166.000 orang di seluruh dunia dan memiliki tiga lini bisnis Utama yakni ritel IKEA, pusat perbelanjaan Ingka Centres, serta investasi melalui Ingka Investments.
Meski kondisi geopolitik global dan kenaikan harga minyak belum berdampak langsung dalam jangka pendek, Maeztu menyebut situasi tersebut sebagai pengingat pentingnya perusahaan untuk tetap lincah dalam menghadapi gangguan.
Di sisi lain, IKEA juga tengah mengubah strategi ekspansi dengan lebih fokus pada toko di pusat kota dan pinggiran. Perusahaan berencana membuka 20 gerai baru dengan konsep tersebut hingga September mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026
-
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru