- Menkeu Purbaya targetkan ekonomi 6%, siap mundur jika gagal penuhi janji ke masyarakat.
- Strategi fiskal agresif & likuiditas terjaga jadi kunci Purbaya kejar pertumbuhan ekonomi.
- Purbaya optimis data IKK & PMI Manufaktur bawa ekonomi RI terbang tinggi di atas 5,5%.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melontarkan pernyataan berani terkait target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Purbaya menegaskan target angka 6 persen tahun ini adalah harga mati.
Jika meleset, ia mengaku siap menanggung konsekuensi berat, salah satunya tekanan publik untuk mundur dari jabatan.
Pernyataan "pasang badan" ini disampaikan Purbaya saat melantik Robert Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru, menggantikan Heru Pambudi, di Jakarta, akhir pekan lalu.
"Waktu kita tidak banyak, Pak Robert. Saya sudah janji ke masyarakat, pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6 persen," tegas Purbaya, dikutip Selasa (31/3/2026).
Purbaya menyadari betul bahwa ekspektasi publik berada di pundaknya. Ia secara gamblang menyebutkan bahwa kegagalan mencapai target tersebut akan memicu kemarahan masyarakat.
"Kalau akhir tahun tidak tercapai, saya dimarahi masyarakat. Mungkin disuruh mundur," ujarnya blak-blakan.
Di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mengguncang pasokan energi dunia, Purbaya justru tetap optimistis. Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan "jurus" khusus untuk memacu mesin ekonomi di atas 5 persen.
Strategi utamanya adalah sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Belanja pemerintah akan digenjot habis-habisan (agresif) sementara suku bunga acuan BI Rate diarahkan untuk tetap akomodatif guna mendukung dunia usaha.
"Tumbuh 6 persen harusnya tidak terlalu sulit di atas kertas. Mesin-mesin ekonomi sudah kita hidupkan. Saya pastikan likuiditas cukup dan belanja negara tepat waktu," imbuhnya.
Baca Juga: Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle
Menepis anggapan bahwa target tersebut terlalu muluk, Purbaya mengeklaim memiliki data kuat. Indikator utama seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur, hingga angka penjualan otomotif menunjukkan tren positif.
Ia pun menjanjikan "selebrasi" jika angka pertumbuhan melampaui 5,5 persen sebagai bukti keberhasilan kebijakan yang ia suntikkan ke sistem perekonomian.
"Ini bukan soal optimisme, tapi saya melihat data. Saya tahu apa yang saya masukkan ke sistem supaya ekonomi bergerak. Data itu adalah dampak dari kebijakan yang mungkin orang awam tidak mengerti," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi
-
Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle
-
Bank di Jakarta Bangkrut, OJK Langsung Cabut Izin Usaha
-
IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar
-
Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun
-
Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK
-
Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995
-
Jangan Terkecoh Bandar, Investor Ritel Diingatkan Bahaya Broker Summary
-
Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram