- PT Bukit Asam Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,92 triliun pada tahun 2025, turun 42,74 persen dibandingkan periode sebelumnya.
- Penurunan laba disebabkan oleh membengkaknya beban pokok pendapatan serta peningkatan beban umum dan administrasi sepanjang tahun 2025.
- Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp43,92 triliun, sementara total liabilitas naik menjadi Rp21,3 triliun per akhir Desember 2025.
Suara.com - Emiten pertambangan batu bara plat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), melaporkan capaian kinerja keuangan untuk tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,92 triliun.
Angka ini menunjukkan penurunan cukup tajam sebesar 42,74 persen dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,1 triliun.
Sejalan dengan merosotnya laba bersih, nilai laba per saham dasar perusahaan juga mengalami penyusutan. Tercatat, laba per saham dasar PTBA kini berada di level Rp254, turun dari posisi periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp444.
Pendapatan dan Tekanan Beban Pokok
Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan total pemasukan sebesar Rp42,65 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan ini relatif stabil meski mengalami sedikit penyusutan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp42,76 triliun.
Namun, tekanan utama pada profitabilitas perusahaan datang dari kenaikan beban pokok pendapatan. Pos biaya ini membengkak menjadi Rp36,39 triliun dari sebelumnya Rp34,56 triliun.
Kondisi tersebut menyebabkan laba kotor perusahaan tergerus menjadi Rp6,26 triliun, turun signifikan dari capaian akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,2 triliun.
Kenaikan Beban Umum dan Penurunan Laba Usaha
Kinerja operasional perusahaan juga dibayangi oleh peningkatan berbagai pos beban. Beban umum dan administrasi tercatat naik menjadi Rp2,34 triliun dari sebelumnya Rp2,07 triliun.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
Begitu pula dengan beban penjualan dan pemasaran yang ikut terkerek naik menjadi Rp812,6 miliar dari posisi sebelumnya Rp789,02 miliar.
Penurunan juga terjadi pada pos penghasilan lainnya yang menyusut menjadi Rp103,64 miliar dari sebelumnya Rp317,41 miliar.
Akibat akumulasi faktor-faktor tersebut, laba usaha PTBA anjlok menjadi Rp3,2 triliun dari periode sebelumnya yang mencapai Rp5,65 triliun.
Pada aspek keuangan, penghasilan bunga atau penghasilan keuangan perseroan turun menjadi Rp219,5 miliar. Sebaliknya, biaya keuangan mengalami peningkatan menjadi Rp325,92 miliar dari sebelumnya Rp283,69 miliar.
Meski demikian, bagian atas laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama mencatatkan pertumbuhan tipis menjadi Rp671,56 miliar.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan PTBA tersisa Rp2,96 triliun, jauh di bawah angka tahun lalu sebesar Rp5,14 triliun.
Berita Terkait
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti