Suara.com - Amalia Marsiati (44) telah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk dirinya dan keluarga. Saat itu, suhu tubuh sang buah hati cukup tinggi. Sampai hari ketiga, demamnya tidak membaik, bahkan setelah diberikan obat penurun panas sekalipun. Amalia segera membawanya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat sebagai peserta JKN.
“Anak saya diminta untuk melakukan cek darah. Saat hasilnya keluar, ternyata trombositnya sangat rendah, sehingga dokter menyarankan untuk rawat inap di hari itu juga. Selama delapan hari kami bermalam di rumah sakit. Kami pulang setelah dokter memastikan bahwa kondisi anak saya benar-benar sudah sembuh,” jelasnya, Selasa (21/4/2026).
Dia menceritakan, pelayanan yang diberikan dokter, perawat, dan tenaga medis di rumah sakit sangat menyenangkan. Tidak membedakan antara pasien yang menggunakan biaya sendiri atau pasien umum, dengan pasien yang memanfaatkan JKN. Amalia mengaku pernah beberapa kali melakukan perawatan intensif di fasilitas kesehatan yang sama sebagai peserta JKN.
“Saya juga dulu pernah operasi kelenjar payudara. Prosesnya cepat dan mudah. FKTP memberikan rujukan, kemudian saya langsung datang ke rumah sakit, rawat inap. Keesokan harinya, saya dioperasi sama dokter bedah. Tiga hari kemudian, saat sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. JKN ini sangat membantu bagi saya dan keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, pelayanan JKN sangat bagus dan mudah. Ia juga merasa terbantu dengan kehadiran Aplikasi Mobile JKN. Setiap tahun, ia rutin melakukan skrining riwayat kesehatan melalui salah satu fitur pada aplikasi andalannya.
“Saya bisa memantau kondisi kesehatan saya, apakah termasuk dalam kategori berisiko atau tidak. Bahkan, saat hasilnya sudah keluar, ada beberapa saran yang dapat dilakukan. Seperti, konsultasi dengan dokter di FKTP terdaftar, jika hasilnya berisiko. Caranya juga mudah, cukup dengan sekali klik, mengisi beberapa pertanyaan, lalu hasilnya langsung keluar,” imbuhnya.
Amalia juga pernah memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk melakukan pendaftaran ke fasilitas kesehatan melalui fitur antrean online. Selain itu, aplikasi ini juga sangat efisien baginya karena tidak perlu datang ke kantor dan meninggalkan pekerjaannya, hanya untuk mengurus administrasi seperti memindahkan FKTP terdaftarnya.
“Saya ingin bisa sehat terus, sehingga iuran yang saya bayarkan dapat dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkan di luar sana. Saya juga menjamin iuran JKN saudara saya setiap bulan. Jika sudah punya JKN, rasanya tenang. Menurut saya, BPJS Kesehatan sudah memberikan pelayanan yang bagus dan mudah. Kalau kita mau mengikuti proses dan alur sesuai prosedur, semua gampang,” tutupnya.***
Baca Juga: Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
Berita Terkait
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658
-
IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB
-
Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram
-
Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok