- WBSA lepas 1,8 miliar saham (Rp150-Rp170/saham), target dana Rp306 miliar untuk ekspansi logistik.
- Aplikasi IPOT mudahkan e-IPO WBSA dengan fitur real-time indicator dan refund dana cepat.
- Masa penawaran umum 1-8 April 2026, tawarkan jaminan jatah minimal 10 lot bagi investor ritel.
Suara.com - Calon emiten PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi memulai langkah strategisnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), membawa angin segar bagi para pemburu saham Initial Public Offering (IPO) yang mengincar potensi Auto Reject Atas (ARA).
WBSA tidak main-main dalam aksi korporasinya. Perusahaan logistik yang sudah malang melintang sejak 1992 ini melepas 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan. Dengan rentang harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham, WBSA membidik dana segar hingga Rp306 miliar.
Bukan sekadar emiten "kemarin sore", WBSA memiliki layanan end-to-end yang komprehensif, mulai dari transportasi darat hingga Inland Logistics Terminal (ILT). Secara finansial, rapor perusahaan pun tergolong biru. Hingga September 2025, WBSA mencatatkan total aset sebesar Rp1,15 triliun dengan raihan laba bersih mencapai Rp24,39 miliar.
Dana hasil IPO ini rencananya akan dialokasikan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL). Langkah ini diprediksi bakal memperkuat taring WBSA di lini bisnis angkutan laut dan meningkatkan efisiensi operasional secara nasional.
Menariknya, momentum IPO WBSA kini lebih inklusif bagi investor pemula berkat dukungan teknologi dari Indo Premier Sekuritas melalui aplikasi IPOT. Memesan saham e-IPO kini semudah menggerakkan jempol, tanpa birokrasi yang rumit.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menegaskan bahwa IPOT berkomitmen memberikan akses cepat bagi investor ritel. "Kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara tepat," ujarnya.
IPOT juga menghadirkan fitur real-time indicator yang sangat krusial bagi saham IPO yang belum memiliki riwayat data historis. Fitur ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak hari pertama perdagangan.
Berikut adalah jadwal penting IPO WBSA:
- Masa Penawaran Umum: 1 – 8 April 2026
- Tanggal Listing (BEI): 10 April 2026
- Harga Penawaran: Rp150 – Rp170/saham
Sesuai aturan SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk kategori Golongan III seperti WBSA. Namun ingat, berlaku sistem "No Funds, No Order", sehingga pastikan saldo RDN Anda mencukupi sebelum melakukan pemesanan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah