Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB
Ilustrasi AI (freepik)
Baca 10 detik
  • DVLA & ASKI luncurkan alkes berbasis AI guna perkuat kemandirian kesehatan nasional.
  • Menkes resmikan DiViLab Optima, inovasi 4-in-1 pertama di RI dengan fitur IoT & AI.
  • DVLA bertransformasi jadi penyedia solusi kesehatan terintegrasi lewat sinergi strategis.

Suara.com - Emiten farmasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) semakin agresif memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi kesehatan terintegrasi (integrated healthcare solution provider).

Terbaru, DVLA bersinergi dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan alat kesehatan (alkes) inovatif berbasis teknologi digital.

Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di fasilitas manufaktur ASKI. Kehadiran Menkes menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan kemandirian sektor kesehatan melalui produk lokal berkualitas tinggi.

Dalam kolaborasi strategis ini, DVLA dan ASKI memperkenalkan dua produk unggulan: DiViLab Optima (4 in 1) dan DiViLab Core (3 in 1).

Perangkat DiViLab Optima mencatatkan sejarah sebagai alat kesehatan multifungsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu wadah. Tak sekadar alat ukur, perangkat ini sudah dibekali teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

"Kolaborasi dengan ASKI mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi alkes dalam negeri yang kompetitif dan relevan. Ini langkah strategis mendukung screening mandiri masyarakat," ujar Presiden Direktur Darya-Varia, dr. Ian Kloer, Rabu (2/4/2026).

Fitur-fitur canggih seperti AI predictive analytics dan caregiver support memungkinkan tenaga kesehatan maupun keluarga memantau kondisi pasien secara real-time. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kesehatan secara proaktif.

Sinergi ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komanduan Dalam Negeri (TKDN). Saat ini, produk alkes hasil pengembangan ASKI telah mencapai nilai TKDN di kisaran 40% hingga 59%.

Bagi DVLA, langkah ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan bagian dari transformasi besar perusahaan. DVLA kini tidak hanya fokus pada farmasi konvensional, tetapi mulai mengintegrasikan kapabilitas data dan teknologi untuk menciptakan nilai jangka panjang di pasar modal dan industri kesehatan nasional.

Baca Juga: Agensi Yeom Hye Ran Gugat Film AI yang Gunakan Wajah Sang Aktris Tanpa Izin

Ke depan, DVLA dan grup Astra melalui ASKI berkomitmen untuk terus memperluas portofolio alkes digital mereka, sekaligus mempercepat adopsi teknologi kesehatan guna mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Load More