- DVLA & ASKI luncurkan alkes berbasis AI guna perkuat kemandirian kesehatan nasional.
- Menkes resmikan DiViLab Optima, inovasi 4-in-1 pertama di RI dengan fitur IoT & AI.
- DVLA bertransformasi jadi penyedia solusi kesehatan terintegrasi lewat sinergi strategis.
Suara.com - Emiten farmasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) semakin agresif memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi kesehatan terintegrasi (integrated healthcare solution provider).
Terbaru, DVLA bersinergi dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan alat kesehatan (alkes) inovatif berbasis teknologi digital.
Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di fasilitas manufaktur ASKI. Kehadiran Menkes menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan kemandirian sektor kesehatan melalui produk lokal berkualitas tinggi.
Dalam kolaborasi strategis ini, DVLA dan ASKI memperkenalkan dua produk unggulan: DiViLab Optima (4 in 1) dan DiViLab Core (3 in 1).
Perangkat DiViLab Optima mencatatkan sejarah sebagai alat kesehatan multifungsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu wadah. Tak sekadar alat ukur, perangkat ini sudah dibekali teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
"Kolaborasi dengan ASKI mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi alkes dalam negeri yang kompetitif dan relevan. Ini langkah strategis mendukung screening mandiri masyarakat," ujar Presiden Direktur Darya-Varia, dr. Ian Kloer, Rabu (2/4/2026).
Fitur-fitur canggih seperti AI predictive analytics dan caregiver support memungkinkan tenaga kesehatan maupun keluarga memantau kondisi pasien secara real-time. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kesehatan secara proaktif.
Sinergi ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komanduan Dalam Negeri (TKDN). Saat ini, produk alkes hasil pengembangan ASKI telah mencapai nilai TKDN di kisaran 40% hingga 59%.
Bagi DVLA, langkah ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan bagian dari transformasi besar perusahaan. DVLA kini tidak hanya fokus pada farmasi konvensional, tetapi mulai mengintegrasikan kapabilitas data dan teknologi untuk menciptakan nilai jangka panjang di pasar modal dan industri kesehatan nasional.
Baca Juga: Agensi Yeom Hye Ran Gugat Film AI yang Gunakan Wajah Sang Aktris Tanpa Izin
Ke depan, DVLA dan grup Astra melalui ASKI berkomitmen untuk terus memperluas portofolio alkes digital mereka, sekaligus mempercepat adopsi teknologi kesehatan guna mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
-
CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952