- Kredit Makan Bergizi Gratis (MBG) capai Rp1,21 triliun untuk 1.373 SPPG per Januari 2026.
- OJK catat pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih tembus Rp174 triliun sokong ekonomi desa.
- Sektor properti terima Rp1,44 triliun untuk bangun 11.468 unit hunian bagi masyarakat MBR.
Suara.com - Sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan nasional mulai tercatat memberi kredit untuk mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mencatat, aliran kredit bernilai triliunan rupiah telah dikucurkan untuk menyokong tiga program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan 3 juta rumah.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa realisasi kredit untuk program Makan Bergizi Gratis telah menyentuh angka Rp1,21 triliun. Dana segar ini mengalir ke 1.373 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
"Kami telah mendorong berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp1,21 triliun," ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Rabu (1/4/2026).
Tak hanya urusan perut, perbankan juga jor-joran memperkuat ekonomi akar rumput. Kiki memaparkan, realisasi kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bahkan menembus angka fantastis, yakni Rp174 triliun.
Sementara itu, sektor properti turut mendapat angin segar lewat program 3 juta rumah. Hingga Januari 2026, pembiayaan sebesar Rp1,44 triliun telah disalurkan untuk membangun 11.468 unit hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
OJK tidak sekadar memberi instruksi. Guna mempercepat penetrasi, wasit pasar modal ini juga menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui securities crowdfunding (SCF) dan pemberian insentif khusus bagi lembaga jasa keuangan yang terlibat.
"Dukungan terhadap program MBG juga dilakukan melalui skema securities crowdfunding yang melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal," tambah Kiki.
Langkah masif perbankan ini diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi emiten perbankan di bursa, mengingat ekspansi kredit ke sektor strategis pemerintah cenderung memiliki risiko yang terukur dengan dukungan regulasi yang kuat.
Baca Juga: Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS
-
Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?
-
Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026
-
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983
-
Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik
-
Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS
-
Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri
-
Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025
-
Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI