- Pemerintah kucurkan BLT Rp3,9 triliun untuk 22 juta KPM guna jaga daya beli masyarakat.
- Efisiensi anggaran K/L capai Rp130,2 T dengan pangkas perjalanan dinas dan belanja non-prioritas.
- Kebijakan WFH ASN hemat subsidi BBM Rp6,2 triliun dan dorong transformasi energi biodiesel B50.
Suara.com - Pemerintah resmi menekan pedal rem dalam-dalam untuk urusan belanja birokrasi. Lewat sebuah langkah berani, paket transformasi budaya kerja dan efisiensi anggaran besar-besaran resmi digulirkan. Tujuannya satu untuk memastikan "napas" APBN tetap panjang untuk menyokong rakyat kecil.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pengetatan ikat pinggang di level kementerian dan lembaga tidak akan mengganggu jaring pengaman sosial. Sebaliknya, penghematan ini menjadi "bahan bakar" untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
“Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) mitigasi risiko untuk 22 juta KPM yang akan dilaksanakan di bulan ini dan bulan depan dengan nilai Rp3,9 triliun,” tegas Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Langkah pemerintah kali ini terbilang ekstrem. Nilai refocusing anggaran kementerian dan lembaga (K/L) dipatok pada angka yang fantastis, yakni berkisar antara Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.
Pos-pos belanja "manis" seperti perjalanan dinas, rapat-rapat di hotel, belanja non-operasional, hingga seremoni yang sekadar potong pita resmi dipangkas. Anggaran tersebut dialihkan ke program yang lebih produktif dan menyentuh langsung akar rumput.
Tak hanya soal uang tunai, efisiensi juga merambah ke gaya hidup abdi negara. Kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN kembali diaktifkan, dibarengi dengan pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
“Potensi penghematan dari kebijakan WFH ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM,” ungkap Airlangga.
Selain memangkas mobilitas, pemerintah juga mengandalkan strategi energi melalui implementasi biodiesel B50. Langkah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada impor serta beban subsidi energi yang kian membengkak.
Di sisi lain, optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagai pilar efisiensi belanja negara yang berdampak jangka panjang pada kualitas SDM.
Baca Juga: Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional
Airlangga meyakini, meski pemerintah sedang melakukan efisiensi besar-besaran, ruang fiskal justru akan semakin kuat. Dengan begitu, negara memiliki kuda-kuda yang kokoh untuk melindungi masyarakat dari gejolak ekonomi.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
-
IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
-
BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia
-
Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian
-
Pefindo Catatkan Rating AAA Untuk Stabilitas Finansial Peruri