- Transaksi SPKLU naik 4,14 kali lipat (303.234 kali) selama mudik Lebaran 2026.
- Penggunaan daya capai 7,16 juta kWh, cermin tingginya kepercayaan pengguna EV.
- PLN siagakan 4.769 SPKLU nasional; jarak rata-rata antar titik hanya 22 km.
Suara.com - Tren penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan lompatan besar pada momen mudik Lebaran 2026. PT PLN (Persero) mencatat penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melonjak hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Berdasarkan data PLN periode 12-31 Maret 2026, frekuensi pengisian daya mencapai 303.234 transaksi. Angka ini meroket tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 73.161 transaksi.
Sejalan dengan jumlah transaksi, konsumsi listrik di SPKLU juga ikut terdongkrak menjadi 7,16 juta kilowatt hour (kWh), naik signifikan dari 1,75 juta kWh pada tahun 2025.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai fenomena ini merupakan sinyal positif transisi energi di tanah air. Menurutnya, kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik saat perjalanan jauh semakin mantap.
"Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Keberhasilan ini didukung oleh masifnya sebaran titik pengisian daya. Saat ini, PLN bersama mitra telah menyiagakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Secara rata-rata, jarak antar SPKLU kini hanya berkisar 22 kilometer.
Khusus untuk jalur mudik utama seperti Trans Sumatera, Jawa, dan Bali, PLN menempatkan 1.681 unit SPKLU di 994 titik. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan musim mudik tahun lalu.
Tak hanya stasiun tetap, PLN juga mengerahkan 15 unit SPKLU Mobile di titik strategis seperti area exit tol guna mengantisipasi antrean atau kebutuhan darurat pemudik.
"Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” pungkas Darmawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara