Bisnis / Energi
Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB
Situasi di SPBU Shell pada awal April 2026 [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Operator SPBU swasta di Jakarta tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi pada awal April 2026 meski harga minyak dunia melonjak.
  • Jaringan SPBU Vivo, BP-AKR, dan Shell mempertahankan harga jual Maret meskipun beberapa produk mengalami kekosongan stok di lapangan.
  • Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan pihak istana menjamin stabilitas harga serta ketersediaan pasokan BBM bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Di akses pintu masuk menuju area pengisian bahan bakar, pihak pengelola memasang sebuah spanduk pemberitahuan yang bertuliskan kalimat, "BBM tidak tersedia. Shell Select dan bengkel tetap tersedia."

Kendati operasional pengisian bahan bakar sedang terhenti sementara karena kendala pasokan stok, manajemen Shell Indonesia diketahui tidak melakukan revisi naik terhadap patokan harga jual untuk wilayah tersebut pada bulan April ini.

Shell tetap menyelaraskan kebijakan harga dengan bulan sebelumnya. Apabila nanti pasokan kembali normal, produk Shell Super diproyeksikan tetap dipatok dengan harga Rp12.390 per liter, dan untuk produk Shell V-Power Diesel dibanderol di angka Rp14.620 per liter.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memberikan penegasan bahwa pihak otoritas belum mengambil keputusan final terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi.

Bahlil menyebutkan bahwa skema pembahasan formula harga baru ke depan masih terus dimatangkan dengan melibatkan pihak PT Pertamina (Persero) serta seluruh asosiasi pengelola SPBU swasta yang beroperasi di tanah air.

Senada dengan Kementerian ESDM, jaminan ketenangan bagi publik juga disuarakan secara langsung oleh pihak istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. 

"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujar Prasetyo Hadi.

Load More