- Usai bebas, Amsal Sitepu resmi ditunjuk jadi Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Karo.
- Gekrafs tegaskan profesi kreatif seperti editing & ide tak boleh dianggap nol.
- Penunjukan ini dukung target Presiden Prabowo jadikan ekraf pilar ekonomi bangsa.
Suara.com - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi memberikan mandat baru kepada Amsal Sitepu. Usai dinyatakan bebas dalam kasus dugaan korupsi video profil desa, Amsal kini dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Karo.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengungkapkan bahwa penunjukan ini adalah bentuk dukungan moral sekaligus kepercayaan agar Amsal kembali fokus membangun ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di daerah.
"Alhamdulillah Bang Amsal sudah bebas, sekarang Bang Amsal bertugas untuk menjaga pejuang ekraf di Kabupaten Karo. Ini bentuk kepercayaan bahwa pejuang ekonomi kreatif tidak boleh berhenti karena pernah didzolimi," ujar Kawendra dalam keterangannya, Dikutip Jumat (3/4/2026).
Kawendra menilai Amsal adalah sosok yang paham betul pahit getirnya perjuangan pelaku ekraf di daerah. Ia berharap penunjukan ini menjadi momentum bagi anak muda di Karo untuk lebih berani berkarya dan bersinergi dengan pemerintah.
Ia pun berpesan agar kasus hukum yang sempat menjerat Amsal menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kawendra menekankan pentingnya menghargai proses kreatif yang selama ini sering dianggap remeh.
"Jangan sampai ada lagi ide, editing, dubbing, cutting, dan kreativitas dianggap nol. Profesi kreatif harus dihargai karena ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia," tegasnya.
Langkah Gekrafs ini juga disebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, perlindungan terhadap pelaku ekraf adalah kunci agar sektor ini bisa menjadi kekuatan baru bangsa.
"Pak Prabowo ingin ekonomi kreatif menjadi kekuatan baru bangsa ini. Karena itu, kita harus melindungi, membina, dan memberi ruang kepada para pejuang ekonomi kreatif untuk terus tumbuh," pungkas Kawendra.
Baca Juga: Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara