Bisnis / Keuangan
Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB
Kasera menggabungkan POS, booking, dan penerimaan pembayaran dalam satu sistem yang dirancang khusus untuk bisnis kecantikan dan wellness di Indonesia (Dok: kasera.id)

Suara.com - Jutaan UMKM di Indonesia sudah menerima pembayaran lewat QRIS. Tapi bagi banyak usaha jasa, terima uang dan kelola bisnis masih dua hal yang terpisah.

Apa Masalahnya dengan QR Statis?

QRIS sudah jadi bagian dari keseharian. Hampir di setiap toko, warung, dan salon, ada kode QR yang ditempel di meja kasir. Pelanggan tinggal scan, bayar, selesai.

Tapi bagi pemilik usaha, ceritanya tidak selesai di situ.

Ketika pelanggan membayar lewat QR statis, yang masuk ke rekening hanya nominal. Tidak ada keterangan otomatis soal layanan apa yang dibayar, siapa staf yang melayani, atau apakah itu dari booking atau walk-in.

Untuk warung makan, ini mungkin tidak terlalu jadi masalah. Tapi untuk salon atau barbershop yang menangani puluhan janji temu setiap hari dengan beberapa staf, ini berarti satu hal: rekonsiliasi manual setiap malam.

Bayangkan Situasi Ini

Seorang pemilik salon di Jakarta punya empat stylist. Dalam sehari, ada sekitar 30 transaksi. Sebagian bayar tunai, sebagian lewat QRIS, ada juga yang transfer langsung.

Di akhir hari, dia harus mencocokkan satu per satu: siapa yang melayani pelanggan ini, layanan apa yang diberikan, dan berapa yang sudah dibayar. Kalau ada selisih Rp 50.000 atau Rp 100.000, dia sering tidak tahu apakah itu kesalahan pencatatan atau memang ada yang hilang.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Proses ini bisa makan waktu 30 sampai 45 menit setiap malam.

Kenapa Ini Penting?

Waktu yang dihabiskan untuk rekonsiliasi manual adalah waktu yang tidak bisa dipakai untuk hal lain. Misalnya mengembangkan bisnis, melatih staf, atau beristirahat.

Selain itu, tanpa data yang rapi, pemilik usaha sulit menjawab pertanyaan dasar: layanan mana yang paling menguntungkan? Staf mana yang paling produktif? Jam berapa yang paling sepi dan bisa diisi dengan promo?

Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya bisa dijawab kalau data pembayaran langsung terhubung dengan data operasional.

Solusinya: Pembayaran yang Terintegrasi dengan Operasional

Load More