- Harga minyak jenis Brent melonjak 7,98 persen ke level 102,80 dolar AS, sementara WTI meroket 8,61 persen ke posisi 104,88 dolar AS per barel akibat kepanikan pasar atas kegagalan diplomasi.
- AS secara resmi menutup akses keluar-masuk seluruh pelabuhan Iran dan Selat Hormuz.
- Garda Revolusi Iran siap melakukan tindakan militer terhadap kapal asing yang mendekati selat Hormuz.
Suara.com - Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan tidak menemukan titik temu. Hal itu memicu kekhawatiran pasar global yang menyebabkan harga minyak kembali berada di atas USD 100 per barel pada perdagangan Senin 13 April 2026.
Situasi ini diperparah oleh rencana Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz, yang diprediksi akan memutus rantai pasokan minyak mentah dari Iran.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 7,60, atau 7,98 persen menjadi USD 102,80 per barel pada pukul 23.10 GMT (06.10 WIB) setelah ditutup 0,75 persen lebih rendah pada hari Jumat.
Adapun Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD 104,88 per barel, naik USD 8,31, atau 8,61 persen, setelah mengalami penurunan 1,33 persen pada sesi sebelumnya.
Menurut Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, situasi pasar saat ini telah berbalik ke kondisi sebelum adanya gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa AS berencana untuk menutup celah pengiriman minyak yang terafiliasi dengan Iran lewat Selat Hormuz, yang volumenya diperkirakan mencapai 2 juta barel per hari.
Trump pada Minggu (12/4) mengaku menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz sebagai respons atas gagalnya perundingan damai.
Langkah agresif ini tidak hanya mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang baru berjalan singkat, tetapi juga diakui Trump dapat memicu lonjakan harga bahan bakar hingga musim pemilihan sela November nanti—sebuah konsekuensi politik yang muncul akibat keputusannya memulai serangan ke Iran sebulan setengah yang lalu.
Mulai Senin pukul 14.00 GMT, Komando Pusat AS secara resmi menutup akses keluar-masuk kapal di seluruh pelabuhan Iran.
Analis dari ANZ memperingatkan bahwa blokade ini akan menjadi pukulan ganda, menghalangi ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia sekaligus memperparah kelangkaan pasokan energi global.
Baca Juga: Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
Tony Sycamore dari IG menilai strategi itu akan efektif menghambat aliran minyak Iran. Dengan demikian sekutu Iran dan pelanggannya akan memberikan tekanan agar Selat Hormuz dibuka kembali.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran pada Minggu menegaskan akan menindak tegas setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz, dengan dalih menjaga integritas gencatan senjata.
Meski situasi diplomatik sedang buntu, aktivitas pelayaran sempat terlihat saat tiga tanker minyak besar berhasil keluar dari Teluk pada hari Sabtu yang diduga menjadi pengiriman pertama sejak gencatan senjata disepakati.
Namun, pada hari Senin, kondisi selat terpantau sepi dengan hanya satu kapal Iran yang bersandar.
Di samping itu, Arab Saudi bergerak cepat memitigasi gangguan energi dengan memulihkan kapasitas pipa minyak Timur-Barat hingga 7 juta barel per hari guna menutupi kerusakan akibat konflik sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket