- Harga Minyak Meroket: WTI tembus US$ 104,20 dan Brent US$ 101,86 imbas tensi AS-Iran yang memanas.
- Blokade Selat Hormuz: Trump perintahkan AL AS blokade akses pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10.00 ET.
- Ketegangan dipicu buntunya dialog damai di Pakistan dan potensi serangan terbatas AS.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Pakistan memicu babak baru ketegangan yang langsung mengguncang pasar energi global.
Dilansir dari CNBC, Senin (13/4/2026), harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Minyak mentah berjangka AS (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 meroket hampir 8 persen ke level US$ 104,20 per barel pada Minggu sore waktu setempat.
Setali tiga uang, minyak mentah patokan internasional, Brent untuk pengiriman Juni 2026, ikut terkerek naik 7 persen hingga menembus angka US$ 101,86 per barel.
Pemicu utama kepanikan pasar ini adalah pernyataan keras Presiden AS, Donald Trump. Melalui unggahan di media sosial Truth, Trump menegaskan militer AS akan bertindak tegas menyusul kebuntuan diplomasi.
"Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tegas Trump.
Senada dengan sang Presiden, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mulai Senin pukul 10.00 waktu setempat (ET), militer akan memblokade seluruh lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran. Meski demikian, AS memberikan pengecualian bagi kapal yang sekadar melakukan transit menuju pelabuhan non-Iran.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, ketegangan ini diprediksi tidak hanya berhenti pada blokade laut. Sejumlah pejabat yang enggan disebutkan namanya membocorkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.
Langkah ini disebut-sebut sebagai strategi "pemecah kebuntuan" agar Iran mau melunak dalam negosiasi damai yang sebelumnya berlangsung alot di Pakistan. Jika blokade dan ancaman militer ini terus berlanjut, para analis memprediksi harga minyak dunia bisa merangkak lebih jauh di atas level US$ 110 per barel dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kemhan Klarifikasi Isu Prabowo Teken Perjanjian Militer soal Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia
-
MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO
-
Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut
-
Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra
-
Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG
-
Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi