- Amerika Serikat menyetujui pencairan dana Iran senilai 6 miliar dolar AS yang sempat dibekukan di bank Qatar.
- Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya diplomasi untuk menjamin keamanan navigasi serta kelancaran lalu lintas Selat Hormuz.
- Kesepakatan tersebut muncul menjelang negosiasi kedua negara di Islamabad guna meredakan ketegangan politik yang sedang berlangsung saat ini.
Suara.com - Amerika Serikat dikabarkan telah menyetujui pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di Qatar dan sejumlah bank asing lainnya. Langkah ini disebut berkaitan erat dengan upaya negosiasi untuk menjamin kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.
Seorang sumber yang merupakan pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters--yang dikutip pada Sabtu (11/4/2026), AS disebut mulai menunjukkan itikad baik menjelang negosiasi di Islamabad, Pakistan dengan menyetujui pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meredakan ketegangan, terutama guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz—jalur perdagangan vital yang menjadi poin krusial dalam diskusi diplomatik kedua negara.
Sumber tersebut tidak menyebutkan nilai aset Iran yang disetujui AS untuk dicairkan. Namun sumber Reuters lainnya menyebut bahwa Amerika Serikat telah sepakat untuk melepas dana Iran yang dibekukan sebesar USD 6 miliar yang tersimpan di Qatar.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari AS terkait pencairan aset tersebut, dan Kementerian Luar Luar Negeri Qatar juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Adapun dana 6 miliar dolar AS tersebut dibekukan pada 2018, dan harusnya dicairkan pada 2023 sebagai bagian dari dari pertukaran tahanan AS-Iran. Namun, dana itu kembali dibekukan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden menyusul serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel oleh sekutu Iran, kelompok militan Palestina, Hamas.
Seorang pejabat AS menyatakan meski telah disepakati dicairkan, Iran tidak akan bisa mengaksesnya dalam waktu dekat ini. Ditegaskannya, Washington memiliki hak penuh untuk membekukan akun tersebut secara total.
Dana tersebut merupakan hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan dan sempat tertahan di bank-bank Korea Selatan setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018—pada masa jabatan pertamanya di Gedung Putih—dan membatalkan kesepakatan nuklir antara kekuatan dunia dengan Teheran.
Di bawah kesepakatan pertukaran tahanan September 2023 yang dimediasi oleh Doha, uang tersebut dipindahkan ke rekening bank di Qatar. Pertukaran ini melibatkan pembebasan lima warga negara AS yang ditahan di Iran, ditukar dengan pencairan dana tersebut serta pembebasan lima warga Iran yang ditahan di Amerika Serikat.
Baca Juga: Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
Pejabat AS kala itu menekankan bahwa penggunaan uang tersebut sangat dibatasi hanya untuk keperluan kemanusiaan, yang akan disalurkan melalui vendor yang telah disetujui untuk pengiriman makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk pertanian ke Iran di bawah pengawasan Departemen Keuangan AS.
Berita Terkait
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
Alasan Mengapa Iran Bisa Mengendalikan Selat Hormuz
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar