- Harga minyak mentah dunia melonjak di atas USD 100 per barel pada 13 April 2026 akibat ketegangan global.
- Angkatan Laut AS memulai blokade maritim di Selat Hormuz setelah gagalnya perundingan damai dengan pemerintah pihak Iran.
- Arab Saudi memulihkan kapasitas pipa minyak untuk meredam dampak disrupsi pasokan akibat ketegangan antara AS dan Iran.
Suara.com - Pasar energi global kembali dalam guncangan hebat. Harga minyak mentah melonjak tajam melampaui level USD 100 per barel pada perdagangan Senin (13/4/2026).
Kenaikan drastis ini dipicu oleh keputusan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk memulai blokade di Selat Hormuz, menyusul kegagalan total perundingan damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang.
Hingga 07.52 WIB pada Senin (13/4/2026), harga minyak mentah berada di kisaran USD 104.
Sementara itu, minyak mentah U.S. West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih tinggi sebesar USD 8,31 atau 8,61 persen ke level USD 104,88 per barel, menghapus pelemahan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya.
Donald Trump pada Minggu malam secara tegas menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Langkah ini secara efektif mengakhiri masa gencatan senjata dua pekan yang sangat rapuh.
"Pasar kini sebagian besar kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, bedanya sekarang AS juga akan memblokir sisa aliran minyak terkait Iran hingga 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz," ujar Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Marquee, dikutip dari Reuters.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran pada Senin pukul 10:00 pagi waktu setempat (14:00 GMT).
Analis dari ANZ, Brian Martin dan Daniel Hynes, memperingatkan bahwa langkah ini tidak hanya menghambat ekspor produsen Teluk Persia, tetapi juga memperburuk disrupsi pasokan global yang saat ini tengah berlangsung.
Dalam pernyataan yang jarang terjadi, Donald Trump mengakui bahwa keputusannya menyerang Iran enam minggu lalu dapat berdampak pada tingginya harga bensin hingga pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang.
Baca Juga: 3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
"Harga minyak dan bensin mungkin akan tetap tinggi," ujar Trump.
Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tindakan yang "keras serta tegas."
Meskipun situasi buntu, data pelayaran LSEG menunjukkan aktivitas terakhir yang cukup kontras. Pada hari Sabtu, tiga kapal tanker raksasa (supertanker) yang bermuatan penuh minyak terpantau berhasil melewati Selat Hormuz.
Ketiganya merupakan kapal pertama yang keluar dari Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata pekan lalu.
Namun, pada hari Senin ini, suasana di selat tersebut berubah drastis menjadi sepi. Tidak ada kapal lain yang terpantau melintas kecuali satu kapal berbendera Iran yang terlihat membuang sauh di area tersebut.
Di tengah krisis ini, Arab Saudi mengumumkan telah memulihkan kapasitas penuh pemompaan minyak melalui pipa East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari.
Berita Terkait
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!
-
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu
-
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni