- Target investasi Q1-2026 Rp497 triliun optimis tercapai dengan pertumbuhan 7% yoy.
- Sektor hilirisasi mendominasi 30% investasi dan serap 627 ribu tenaga kerja baru.
- Politik luar negeri non-blok jaga kepercayaan investor global meski tensi geopolitik panas.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menebar sinyal positif terkait iklim penanaman modal di Tanah Air. Di hadapan para wakil rakyat, Rosan menyatakan keyakinannya bahwa target investasi pada triwulan I-2026 sebesar Rp497 triliun bakal tercapai mulus.
Angka ini bukan sekadar target di atas kertas. Jika terealisasi, maka pertumbuhan investasi Indonesia akan melesat sekitar 7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Insya Allah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada tiga bulan pertama ini bisa kami capai yaitu sebesar Rp497 triliun, berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan," ujar Rosan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rosan menjelaskan bahwa geliat investasi ini memberikan dampak instan bagi masyarakat. Pertumbuhan modal tersebut dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 627 ribu orang, atau meningkat 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor hilirisasi pun masih menjadi primadona sekaligus tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 30 persen dari total investasi.
Adapun daftar negara pemberi modal masih didominasi oleh pemain lama yang menaruh kepercayaan tinggi pada Indonesia, antara lain Singapura, China, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat
Meski situasi geopolitik global tengah bergejolak, Rosan memastikan posisi Indonesia tetap seksi di mata investor dunia. Kuncinya terletak pada diplomasi ekonomi yang inklusif dan netral.
"Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara. Karena sesuai dengan kebijakan foreign policy kita yang terbuka dan non-alignment (non-blok)," tegasnya.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2026, pemerintah mematok target total investasi sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Perpres Nomor 117 Tahun 2025 tentang RKP 2026. Sementara untuk visi jangka panjang, nilai investasi jumbo sebesar Rp13.032,8 triliun terus dibidik demi memperkuat struktur ekonomi nasional.
Baca Juga: BRI Alihkan Saham BRI-MI ke Danantara, Nilai Transaksi Tembus Rp975 M
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak