- PT Pelindo Sinergi Lokaseva melakukan transformasi SDM melalui simulasi Lean Six Sigma guna meningkatkan efisiensi layanan logistik Indonesia.
- Simulasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas pekerja dalam memahami proses bisnis secara menyeluruh dan kolaboratif.
- Penerapan solusi berbasis data diharapkan mampu menciptakan operasional yang adaptif serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Suara.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) melakukan transformasi besar-besaran di sektor sumber daya manusia (SDM). Upaya ini untuk meningkatkan layanan logistik Indonesia yang lebih efisien dan mampu bersaing di kancah global.
Sebagai bagian dari subholding BUMN Kepelabuhanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), SPSL menyelenggarakan simulasi Lean Six Sigma yang melibatkan puluhan pekerja dari berbagai unit fungsi. Strategi ini dilakukan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan dengan standar operational excellence.
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Herman Susilo, menegaskan transformasi perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya penguatan kapabilitas SDM sebagai fondasi utama.
"Pengembangan kapabilitas SDM merupakan fondasi utama dalam mendorong transformasi perusahaan. Kami ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya berfokus pada eksekusi, tetapi juga pada kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, bekerjasama dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan di seluruh lini proses bisnis," ujar Herman di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Melalui metode simulasi ini, para pekerja diajak memahami alur bisnis secara end-to-end. Tujuannya untuk mengidentifikasi ruang perbaikan dan merumuskan solusi berbasis data agar layanan logistik semakin efektif dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Transformasi ini diharapkan dapat menghapus sekat-sekat fungsi di internal perusahaan, sehingga tercipta ekosistem kerja yang adaptif dan kolaboratif.
Herman menambahkan bahwa pendekatan berbasis data merupakan poin penting untuk menjaga kualitas layanan di tengah dinamika industri logistik yang bergerak cepat.
"Melalui berbagai program pengembangan seperti ini, kami mendorong setiap Insan Perusahaan untuk memperkuat sinergi dan memiliki pemahaman end-to-end terhadap proses bisnis, sehingga mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan atas setiap tantangan dalam bisnis," pungkasnya.
Baca Juga: Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru