- PINTU menggelar acara edukasi “Pintu Goes to Campus” di Unpad, dihadiri 200+ mahasiswa dan tokoh penting, sekaligus memberi penghargaan mahasiswa berprestasi.
- OJK dan kampus menekankan pentingnya literasi keuangan & kripto, dengan prinsip investasi “2L: Legal dan Logis” agar tidak ikut-ikutan.
- Adopsi kripto tinggi (±21 juta di Indonesia), tapi tantangan utama adalah edukasi agar generasi muda bisa berinvestasi dengan bijak.
Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas berbagai inisiatif kegiatan yang bersifat edukasi dan literasi.
PINTU pada Kamis (9/4/2026) berkesempatan menggelar acara Pintu Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa serta diisi dengan penyerahan penghargaan bagi delapan mahasiswa Unpad yang berprestasi.
Turut hadir dalam acara ini di antaranya, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Barat Melati Usman, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Dian Masyita, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz, SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra, dan Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin.
Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr.,Sp.M(K).,M.Kes.,Ph.D, Rektor Unpad, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa.
"Memang kelihatannya mengenai literasi keuangan, bahkan sekarang literasi crypto dan juga investasi, ini merupakan hal yang sangat penting yang harus kita pahami bersama. Karena kita tahu sekarang begitu banyaknya produk keuangan, begitu banyaknya masalah-masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang," katanya.
"Oleh karenanya, saya berterima kasih kepada OJK, kepada Pintu, Investortrust dan seterusnya, untuk bisa memberikan sharing mengenai hal tersebut kepada kita semua di Unpad. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik," sambung Prof. Arief.
Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto turut memberikan imbauan kepada mahasiswa tentang literasi keuangan.
"Jadi kita menemui dua kondisi ya. Di satu sisi memang investasi atau masalah financial literacy ini satu masalah tersendiri. Namun ketika didalami, ada tantangan lagi terkait dengan aset crypto di mana masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi," katanya.
"Inilah yang kemudian membuat kami terus melakukan langkah-langkah bagaimana caranya supaya masyarakat yang melakukan investasi crypto ini tidak sekadar ikut-ikutan. Filosofi investasi yang ada di OJK itu masih sangat relevan dengan yang ada di crypto, yaitu perhatikan 2L, Legal dan Logis," lanjut Djoko.
"Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi oleh OJK dan pastikan logis jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti."
Timothius Martin, CMO PINTU menyoroti masa depan adopsi crypto, "Dari sisi adopsi secara global itu ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi crypto. Sekitar 1 banding 15. Artinya dari setiap 15 orang di dunia satu orang sudah pernah trading atau investasi crypto."
"Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham. Jadi memang masalahnya itu bukan adopsinya, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasinya," lanjutnya.
"Untuk itu, PINTU bekerja sama dengan OJK, Universitas, dan Investortrust, menggelar acara edukasi dan literasi ke kampus-kampus, tujuannya untuk bersama-sama memberikan edukasi tentang aset crypto khususnya kepada generasi muda masa depan yakni teman-teman mahasiswa agar dapat memiliki pemahaman yang matang sebelum mulai berinvestasi."
Seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, industri crypto terus mengalami pertumbuhan.
Berita Terkait
-
1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman