-
Amerika Serikat membekukan aset kripto senilai 130 juta dolar AS yang diduga terkait dengan jaringan Iran.
-
Langkah pembekuan melibatkan perusahaan Tether dan menyasar dompet digital milik Bank Sentral Iran.
-
Tindakan ini diambil setelah nota kesepahaman damai antara kedua negara resmi mengalami kegagalan.
Suara.com - Amerika Serikat mengambil langkah ekstrem dengan membekukan aset kripto senilai lebih dari 130 juta dolar AS (Rp 2,3 triliun) yang diduga kuat terafiliasi dengan jaringan pemerintahan Iran.
Tindakan tegas ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sebagai bagian dari strategi baru untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Langkah pembekuan dana digital ini bergulir tepat setelah nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang dirancang untuk mengakhiri konflik justru berakhir berantakan. Akibat kegagalan diplomasi tersebut, Washington langsung meluncurkan rentetan sanksi baru termasuk melancarkan serangan udara militer pada hari Selasa.
Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menyasar puluhan dompet digital yang dituduh memiliki hubungan khusus dengan Bank Sentral Iran. Kebijakan ini juga menyasar lebih dari 50 target lain yang diduga kuat menjadi bagian dari sindikat penyelundup sanksi internasional.
Berdasarkan informasi dari sumber yang memahami persoalan ini, raksasa mata uang digital dunia, Tether, ikut terlibat aktif dalam proses eksekusi pemblokiran aset tersebut. Keterlibatan perusahaan penyedia infrastruktur kripto global ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh akses transaksi ilegal Iran benar-benar lumpuh.
Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Scott Bessent menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memburu aliran dana gelap tersebut.
Bessent menyatakan bahwa pemerintah akan "melanjutkan untuk secara agresif mengikuti aliran uang dan menolak akses rezim Iran terhadap hasil dari skema pendapatan terlarang mereka."
Aksi pembekuan ini bukan pertama kalinya terjadi sepanjang tahun ini di bawah pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya pada bulan April lalu, Washington juga telah melumpuhkan aset kripto bernilai fantastis mencapai 344 juta dolar AS yang terafiliasi dengan Teheran.
Tekanan bertubi-tubi ini menjadi respons nyata atas pergeseran cara negara-negara terisolasi dalam menggalang kekuatan finansial. Negara dengan sanksi berat seperti Iran, Rusia, dan Korea Utara kini semakin mengandalkan mata uang kripto untuk bergerak di luar radar.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!
Sistem cryptocurrency yang minim regulasi dibandingkan perbankan konvensional dimanfaatkan oleh negara-negara tersebut untuk memutar pendapatan. Instrumen digital ini menjadi pilihan utama mereka demi menghindari jerat sanksi ekonomi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz
-
Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara
-
Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok