- CMNP bantah rumor gugatan Rp119 T terhadap Hary Tanoe & MNC bakal dinyatakan tidak diterima (NO).
- Kuasa hukum klaim Hary Tanoe adalah penerima manfaat MNC sehingga wajib bertanggung jawab hukum.
- Sidang putusan perkara perdata CMNP vs MNC Group dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026.
Suara.com - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) angkat bicara terkait rumor yang beredar di media sosial menjelang sidang putusan perkara perdata senilai Rp119 triliun.
Emiten pengelola jalan tol milik Jusuf Hamka ini secara tegas menepis tuduhan bahwa gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang mereka layangkan terhadap Hary Tanoesoedibjo dan MNC Group akan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard/NO).
Kuasa hukum CMNP dari Law Firm Lucas, S.H. & Partners, Lucas, S.H., menegaskan bahwa narasi yang beredar masif di media sosial tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik. Lucas mensinyalir adanya upaya sistematis untuk mengintervensi proses hukum yang tengah berjalan.
Dalam keterangannya, Lucas mematahkan sejumlah poin keberatan yang diajukan pihak tergugat. Salah satunya mengenai dalih gugatan kurang pihak karena tidak melibatkan Drosophila Enterprise dan PT Bank Unibank Tbk (BBKU).
"Dalih-dalih yang tidak berdasar ini sudah dipatahkan secara jelas dan tegas oleh bukti-bukti, keterangan saksi, dan ahli yang sudah dihadirkan oleh CMNP," ujar Lucas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/4).
Pihak CMNP juga meyakini bahwa keterlibatan Hary Tanoe secara pribadi dalam perkara ini sangat terang. Lucas menyebut pihaknya berhasil membuktikan status Hary Tanoe sebagai Beneficial Owner (Penerima Manfaat) dari MNC Group.
Dengan status tersebut, Hary Tanoe dinilai memiliki kewenangan mengendalikan kebijakan MNC baik langsung maupun tidak langsung. Alhasil, keduanya dianggap sebagai satu kesatuan yang dapat dimintakan pertanggungjawaban secara bersama-sama.
Terkait tuduhan Nebis in Idem (perkara yang sama telah diputus sebelumnya), Lucas menjelaskan terdapat perbedaan mendasar pada subjek dan objek perkara. Jika gugatan terdahulu menyasar BBKU dan otoritas negara terkait pencairan Negotiable Certificate of Deposit (NCD), maka gugatan saat ini murni merupakan tuntutan ganti rugi PMH kepada Hary Tanoe dan MNC.
CMNP juga menangkis argumen bahwa gugatan tersebut telah kedaluwarsa. Merujuk pada Pasal 1967 KUHPerdata, jangka waktu kedaluwarsa dihitung 30 tahun. Mengingat gugatan didaftarkan pada 28 Februari 2025, CMNP mengklaim hak menuntut mereka masih berlaku secara sah.
Baca Juga: Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
Hingga saat ini, pihak CMNP menyatakan belum menikmati hasil dari pertukaran surat berharga yang menjadi objek sengketa. Kini, fokus tertuju pada meja hijau di mana Majelis Hakim dijadwalkan akan membacakan putusan pada Rabu, 22 April 2026 mendatang.
"Kami yakin Majelis Hakim akan objektif dan independen untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum," pungkas Lucas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran