- PT Danantara Asset Management akan menerima dividen final sebesar Rp16,67 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tahun 2026.
- Penerimaan dana tersebut didasarkan pada kepemilikan saham Danantara di BRI yang mencapai 52,66 persen per tanggal 31 Maret 2026.
- Pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen BRI memberikan imbal hasil optimal di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Danantara Asset Management dipastikan akan memperoleh suntikan dana segar senilai Rp16,67 triliun.
Alokasi dana tersebut berasal dari pembagian dividen final PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk tahun buku 2025, menyusul porsi kepemilikan saham mayoritas yang kini dikelola oleh lembaga tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Maret 2026, PT Danantara Asset Management tercatat menguasai 79,80 miliar saham BBRI.
Jumlah tersebut setara dengan 52,66% dari total saham yang beredar, yang secara otomatis menempatkan Danantara sebagai penerima manfaat terbesar dari laba bersih perseroan.
Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai langkah pembagian dividen ini telah melewati pertimbangan matang terkait aspek likuiditas dan rasio permodalan bank.
Menurutnya, transisi kepemilikan dari BUMN ke Danantara tidak mengubah esensi fundamental BRI sebagai penyokong sektor produktif.
"BRI memang rutin membagi dividen, rata-rata dua kali dalam setahun. Karena porsi kepemilikan BUMN telah dialihkan kepada Danantara, maka wajar mereka mendapatkan jumlah sebesar itu sesuai porsi kepemilikannya," ujar Trioksa dalam wawancara dengan Redaksi Suara.com, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kinerja nyata BRI tercermin dari kontribusi penyaluran kredit ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh tanah air.
Data penyaluran kredit tersebut menjadi bukti bahwa strategi ekspansi perseroan tetap berjalan beriringan dengan komitmen memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Baca Juga: Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
Resiliensi di Tengah Tekanan Geopolitik dan Isu MSCI
Sektor perbankan Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan dari sentimen global, mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah hingga dinamika pembekuan rebalancing indeks MSCI di awal tahun.
Trioksa mencermati bahwa tekanan terhadap harga saham perbankan belakangan ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal dan keterbukaan pasar.
"Penurunan harga saat ini harus dilihat kasus per kasus. Kemarin penurunan lebih banyak karena faktor MSCI, saat Morgan Stanley menyampaikan adanya ancaman downgrade pasar Indonesia karena masalah keterbukaan. Selain itu, faktor geopolitik dan kenaikan harga minyak juga mengancam terjadinya inflasi. Namun, harga bisa kembali naik ketika ekonomi stabil, perang mereda, dan inflasi terjaga," jelasnya.
Konsistensi BBRI dalam membagikan dividen dipandang sebagai sinyal positif bagi investor untuk menjaga kepercayaan pasar.
Kebijakan ini dianggap sah secara manajerial selama kebutuhan ekspansi dan manajemen risiko tetap ter-cover dengan baik.
Berita Terkait
-
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250
-
Promo BRI di Point Coffee Seluruh Indonesia
-
Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS
-
Promo Spesial BRI di Vilo Gelato, Ada Cashback 35 Persen Setiap Hari
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Cara Memilih Warna Lipstik yang Sesuai Tone Kulit, Biar Wajah Makin Cerah dan Tidak Kusam
-
Krim Kelly Asli Dijual di Mana Saja? Ini Rekomendasi Toko Online Terpercaya
-
Strategi Mobil Murah Daihatsu Berhasil Jinakkan Pasar Otomotif Semester Pertama 2026
-
Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
-
Predator Gaming Tembus Panggung Esports Internasional, Jadi Andalan VCT Pacific 2026
-
Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois
-
Jangan Lewatkan! Catat Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Tips Membeli HP dengan Budget Terbatas agar Tetap Worth It, Jangan Terjebak FOMO
-
Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?
-
Ketika Buku Dikurangi, tetapi Belanja Lain Membengkak: Apa Prioritas Kita?