- Pemerintah merampingkan jumlah anak usaha Pertamina dari 1.000 menjadi 250 entitas untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
- Dony Oskaria menyatakan program ini bertujuan memperkuat tata kelola serta menciptakan operasional BUMN energi yang lebih efisien.
- Transformasi di Jakarta ini merupakan bagian dari strategi reformasi Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan industri global.
Suara.com - Pemerintah mulai melakukan langkah besar dalam merombak struktur BUMN energi. Salah satunya melalui program perampingan anak usaha Pertamina yang jumlahnya akan dipangkas dari 1.000 menjadi 250.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar efisiensi organisasi, melainkan perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN.
"Inilah kenapa kita melakukan streamlining, untuk memastikan bahwa dari seribu sekian menjadi dua ratus lima puluhan perusahaan ke depannya, itu betul-betul perusahaan yang sangat kompetitif, perusahaan yang sehat. Dan yang paling utama adalah governance," ujar Dony di Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).
Program ini ditandai dengan penandatanganan traktat komitmen pelaksanaan penataan anak usaha di lingkungan Pertamina, yang menjadi tonggak penting dalam transformasi BUMN sektor energi.
Melalui konsolidasi dan penyederhanaan entitas usaha, pemerintah menargetkan terbentuknya struktur bisnis yang lebih ramping namun memiliki daya saing tinggi.
Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel.
Selain itu, penataan ini bertujuan agar BUMN energi dapat bergerak lebih lincah dan fokus dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah, termasuk tantangan transisi energi global.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mendorong reformasi BUMN agar tidak lagi berjalan dengan pola lama yang dinilai kurang efektif.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara akan terus memperkuat integrasi ekosistem BUMN energi agar lebih terarah dan memiliki fokus bisnis yang jelas.
Baca Juga: Minyakita Dijamin Tetap Ada, Distribusi Bisa 100% Lewat BUMN
"At some point Indonesia harus berubah. Inilah yang sebetulnya dilakukan oleh Bapak Presiden Prabowo. Tidak mungkin BUMN ini begini terus. Dan saya punya keyakinan untuk itu," pungkas Dony.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman