- Transformasi Berhasil: Strategi pasar mikro & efisiensi dorong pemulihan kinerja SIG sejak semester II-2025.
- Lampaui Pasar: Volume semen kantong SIG tumbuh 5,7% di Q4-2025, jauh di atas rata-rata industri.
- Tren Positif 2026: Penjualan domestik awal 2026 naik 9,7%, perkuat optimisme pertumbuhan SMGR.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG mulai memetik buah manis dari langkah transformasi bisnis yang dijalankan sejak pertengahan tahun lalu. Meski industri semen nasional sempat dibayangi kontraksi, emiten semen pelat merah ini berhasil membalikkan keadaan lewat penguatan pangsa pasar dan efisiensi.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa keputusan manajemen untuk melakukan transformasi pada paruh kedua 2025 menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar. Fokus utama perusahaan terletak pada tiga pilar strategis: pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan.
"Kinerja perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025," ujar Indrieffouny dalam SIG FY25 Audited Results Call di Jakarta.
Tahun 2025 sejatinya bukan tahun yang mudah bagi industri semen. Permintaan domestik tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Hal ini sempat menekan volume penjualan domestik SIG. Namun, SMGR terbukti mampu pulih lebih cepat.
Sepanjang tahun 2025, SIG membukukan volume penjualan total sebanyak 37,93 juta ton. Menariknya, pada kuartal IV-2025, perusahaan berhasil mencatatkan volume 10,47 juta ton atau tumbuh 1,1% yoy. Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi perusahaan di pasar-pasar utama yang memiliki margin tinggi.
Salah satu performa yang mencolok adalah penjualan semen kantong (ritel) SIG yang melesat 5,7% yoy pada kuartal IV-2025. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan pasar semen kantong nasional yang hanya sebesar 2% yoy.
Di tengah lesunya pasar lokal, ekspor menjadi penyelamat volume penjualan. SIG mencatatkan kenaikan volume ekspor yang signifikan sebesar 14,9% yoy menjadi 6,4 juta ton.
Optimisme berlanjut di awal tahun 2026. Pada dua bulan pertama (Januari-Februari) 2026, SIG berhasil mencetak kenaikan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan segmen semen kantong tumbuh impresif 14,6%.
"Kami yakin SIG berada pada jalur yang tepat. Kami berkomitmen melanjutkan transformasi secara disiplin untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan," tutup Indrieffouny.
Baca Juga: 3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan
-
Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman
-
Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?
-
Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"
-
Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil
-
14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan
-
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli