- Pemerintah meluncurkan program Perintis Berdaya di Lampung Timur untuk memperkuat sektor UMKM dan pertanian daerah.
- Pemerintah mengintegrasikan inovasi digital, literasi keuangan, serta ekosistem kewirausahaan guna menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
- Kolaborasi lintas pihak termasuk ILO dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM serta memberikan perlindungan bagi pekerja migran.
Suara.com - Pemerintah terus mendorong penguatan sektor riil di daerah dengan menjadikan UMKM dan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Upaya ini terlihat dalam akselerasi program 'Perintis Berdaya' yang dijalankan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Lampung Timur.
Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi lokal agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa kekuatan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada inisiatif masyarakat.
"Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, di mana setiap local champion atau tokoh penggerak lokal menjadi pilar utamanya," ujar Leontinus seperti dikutip, Jumat (17/4/2026).
Dalam implementasinya, program ini difokuskan pada penguatan UMKM, koperasi, serta sektor pertanian yang menjadi basis utama ekonomi masyarakat desa. Pemerintah juga mengintegrasikan empat pilar utama, yakni inovasi digital, literasi keuangan, ekosistem kewirausahaan, dan pelindungan pekerja migran.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
"Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri," ungkap Ela.
Selain itu, penguatan sektor ini juga didukung kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan International Labour Organization (ILO) melalui program perlindungan pekerja migran.
Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara global.
Baca Juga: Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air
"Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni," tuturnya.
Leontinus menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa juga harus dibarengi dengan perlindungan sosial, khususnya bagi pekerja migran yang berasal dari desa.
"Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!