Bisnis / Makro
Jum'at, 17 April 2026 | 16:53 WIB
Petani tengah melakukan penanaman. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Pemerintah meluncurkan program Perintis Berdaya di Lampung Timur untuk memperkuat sektor UMKM dan pertanian daerah.
  • Pemerintah mengintegrasikan inovasi digital, literasi keuangan, serta ekosistem kewirausahaan guna menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
  • Kolaborasi lintas pihak termasuk ILO dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM serta memberikan perlindungan bagi pekerja migran.

Suara.com - Pemerintah terus mendorong penguatan sektor riil di daerah dengan menjadikan UMKM dan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Upaya ini terlihat dalam akselerasi program 'Perintis Berdaya' yang dijalankan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Lampung Timur.

Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi lokal agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa kekuatan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada inisiatif masyarakat.

"Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, di mana setiap local champion atau tokoh penggerak lokal menjadi pilar utamanya," ujar Leontinus seperti dikutip, Jumat (17/4/2026).

Ilustrasi UMKM. [ist].

Dalam implementasinya, program ini difokuskan pada penguatan UMKM, koperasi, serta sektor pertanian yang menjadi basis utama ekonomi masyarakat desa. Pemerintah juga mengintegrasikan empat pilar utama, yakni inovasi digital, literasi keuangan, ekosistem kewirausahaan, dan pelindungan pekerja migran.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

"Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri," ungkap Ela.

Selain itu, penguatan sektor ini juga didukung kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan International Labour Organization (ILO) melalui program perlindungan pekerja migran.

Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara global.

Baca Juga: Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

"Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni," tuturnya.

Leontinus menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa juga harus dibarengi dengan perlindungan sosial, khususnya bagi pekerja migran yang berasal dari desa.

"Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Load More