- Selat Hormuz dibuka, Pemerintah RI optimistis pasokan energi global dan nasional kembali stabil.
- Harga minyak dunia turun signifikan merespons normalisasi jalur distribusi di Timur Tengah.
- Kapal Pertamina yang sempat tertahan segera melintas seiring hasil negosiasi positif dengan Iran.
Suara.com - Pemerintah Indonesia menyambut baik langkah Pemerintah Iran yang kembali membuka pintu Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Keputusan ini dinilai menjadi katalisator utama bagi stabilisasi pasokan energi global yang sempat terombang-ambing.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengungkapkan bahwa normalisasi jalur strategis tersebut membawa dampak domino positif, tidak hanya bagi pasar dunia, tetapi juga bagi otot ketahanan energi nasional.
"Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi yang sempat terganggu akibat dinamika geopolitik," ujar Anggia dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Sebelumnya, pemerintah tidak tinggal diam. Anggia menjelaskan bahwa berbagai skenario darurat telah disiapkan untuk membentengi stok nasional, mulai dari penguatan cadangan hingga diversifikasi sumber energi. Maklum, Selat Hormuz adalah "urat nadi" distribusi migas dunia.
Begitu gerbang selat dibuka, pasar global langsung bereaksi. Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami penurunan signifikan, sebuah sinyal kuat bahwa kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelangkaan pasokan mulai melandai.
"Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Kini, tekanan terhadap rantai pasok mulai mereda," tambahnya.
Terkait nasib dua kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan di kawasan panas tersebut, Kementerian ESDM memastikan proses negosiasi terus berjalan. Sinyal hijau dari Teheran sudah dikantongi, dan pemerintah optimis kapal-kapal tersebut bisa segera melanjutkan pelayaran.
"Kami terus berkoordinasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Harapannya, pelayaran kembali normal secara bertahap. Kami monitor ketat situasi global demi menjaga stabilitas harga energi domestik," pungkas Anggia.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran