Bisnis / Energi
Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz. (Google Gemini)
Baca 10 detik
  • PT Pertamina International Shipping menyiapkan rencana pelayaran darurat bagi dua kapal tanker Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz.
  • Pemerintah Iran membuka kembali jalur komersial di Selat Hormuz setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di kawasan strategis tersebut.
  • PIS menyusun rute aman, analisis risiko, serta berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menjamin keselamatan awak dan muatan kapal.

Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan rencana pelayaran darurat atau passage plan untuk dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Langkah ini dilakukan setelah pemerintah Iran mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di wilayah strategis tersebut.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan jalur pelayaran yang aman bagi kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega Pita dikutip dari laman Antara, Sabtu (18/4/2026).

Susun Rute, Risiko, hingga Rencana Kontingensi

Vega menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tidak hanya sebatas rute pelayaran, tetapi juga mencakup analisis risiko hingga sistem navigasi elektronik.

Ilustrasi kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)

Langkah tersebut meliputi penyusunan rute pelayaran aman, identifikasi risiko keamanan laut, penguatan sistem navigasi elektronik, dan rencana kontingensi darurat.

“Kami juga menyiapkan berbagai skenario agar operasional kapal tetap aman dalam berbagai kondisi,” jelasnya.

PIS juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan dukungan diplomatik dalam proses pelayaran.

Baca Juga: Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, hingga otoritas pelabuhan di kawasan Teluk Persia.

“Prioritas utama perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” tegas Vega.

Selat Hormuz Dibuka Setelah Gencatan Senjata

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka secara penuh selama periode gencatan senjata berlangsung.

“Mengingat gencatan senjata, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” ujarnya melalui platform X.

Load More