- Pemerintah buka peluang insentif EV dengan fokus pada penyerapan tenaga kerja.
- Sinyal dukungan fiskal muncul usai EV tak lagi bebas pajak di Permendagri 11/2026.
- Investasi diarahkan pada hilirisasi nikel dari tambang hingga daur ulang baterai.
Suara.com - Pemerintah memberi sinyal membuka peluang pemberian insentif untuk sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Hal ini dilakukan demi menjaga minat investor, khususnya industri EV tetap berinvestasi di Indonesia.
Apalagi, belum lama pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 11 tahun 2026 telah menghapus kendaraan listrik sebagai objek bebas pajak. Artinya, pengguna kendaraan nol emisi itu akan dikenakan pajak seperti kendaraan bertenaga bensin.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran pelaku industri terhadap potensi berkurangnya daya tarik investasi di sektor kendaraan listrik.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pemerintah tetap membuka peluang pemberian insentif, meski dengan pendekatan yang lebih selektif.
"Dan tentunya kalau untuk di bidang yang memberikan dampak positif misalnya investasi di renewable energy, penyerapan tenaga kerjanya tinggi, ya tentunya kita terbuka untuk memberikan insentif juga," kata Rosan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa sektor energi hijau, termasuk kendaraan listrik, masih berpeluang mendapatkan dukungan fiskal dari pemerintah pusat.
Rosan menjelaskan, skema insentif ke depan tidak lagi semata didasarkan pada besaran investasi, melainkan pada dampak yang dihasilkan terhadap ekonomi dan lingkungan.
"Jadi parameter kita tidak semata-mata insentif itu kita berikan karena investasinya besar, tapi kita lihat juga adalah dari segi penyerapan tenaga kerjanya," ujarnya.
Pendekatan ini sekaligus menjadi penyesuaian di tengah dinamika kebijakan, termasuk perubahan perlakuan pajak terhadap kendaraan listrik di daerah.
Baca Juga: Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah
Di sisi lain, kendaraan listrik tetap menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi nasional, khususnya dalam pengembangan industri baterai berbasis nikel dari hulu hingga hilir.
Rosan menyebut Indonesia telah mulai membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi, mulai dari penambangan nikel, produksi sel baterai, hingga proses daur ulang.
"Jadi dari the whole ecosystem dari mining-nya di nikel, sampai dengan ke pembuatan baterai, sel baterai, bahkan recycle baterainya, itu juga sekarang kita sudah punya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi