- Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,79 persen ke level 7.320 pada perdagangan Jumat pagi, 24 April 2026.
- Pelemahan indeks dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan ketegangan harga minyak di Selat Hormuz global.
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan guna menguji level support kuat di kisaran angka 7.300 poin.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rungkad pada awal perdagangan Jumat, 24 April 2026. IHSG dibuka meloyo ke level 7.378.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih memerah turun 0,79 persen ke level 7.320
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,88 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,52 triliun, serta frekuensi sebanyak 250.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 168 saham bergerak naik, sedangkan 379 saham mengalami penurunan, dan 411 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, HYGN, PRAY, BRNA, CMNP, DEPO, CBUT, MTMH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, HOPE, KOBX, DEFI, LPPF, BOBA, ASGR, MAXI, COCO.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan, seiring sinyal teknikal yang melemah dan tekanan sentimen global maupun domestik.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup turun 2,16 persen ke level 7.378,61 pada Kamis (23/4). Secara teknikal, indeks telah menembus level support penting di 7.500 dengan dukungan volume transaksi.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi
Analis Phintraco menyebut, indikator teknikal menunjukkan pelemahan lanjutan. Histogram MACD positif mulai menyempit dan berpotensi membentuk death cross, sementara Stochastic RSI bergerak turun di area pivot.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap di kisaran 7.308 sekaligus menguji support kuat di level 7.300. Adapun rentang pergerakan hari ini berada pada resistance 7.500, pivot 7.400, dan support 7.300.
Dari sisi sentimen, tekanan datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS dan ditutup di Rp17.286 per dolar AS. Level ini menjadi penutupan terburuk sepanjang sejarah sekaligus pelemahan terdalam di kawasan Asia.
Selain itu, tingginya harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi memperlebar defisit anggaran pemerintah.
Di sisi lain, data likuiditas menunjukkan peningkatan. Uang beredar dalam arti luas (M2) tercatat tumbuh 9,7 persen secara tahunan menjadi Rp10.355 triliun pada Maret 2026, meningkat dari 8,7% pada Februari 2026.
Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4 persen dan uang kuasi 5,2 persen. Lonjakan ini juga dipengaruhi peningkatan transaksi selama periode Ramadan dan Idulfitri, yang mendorong aktivitas konsumsi dan investasi.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham pilihan atau top picks, yakni Bank Tabungan Negara (BBTN), Elnusa (ELSA), Indika Energy (INDY), Tempo Scan Pacific (TSPC), dan Mayora Indah (MYOR).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA
-
Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini