- Harga komoditas pangan nasional pada 24 April 2026 secara umum menunjukkan tren penurunan akibat perbaikan pasokan di berbagai daerah.
- Data PIHPS Bank Indonesia mencatat penurunan signifikan pada komoditas daging, beras, gula, dan sebagian besar jenis cabai serta bawang.
- Beberapa komoditas seperti cabai merah keriting, bawang merah, serta minyak goreng curah terpantau mengalami kenaikan harga di pasar nasional.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada Jumat (24/4/2026) menunjukkan tren penurunan di sejumlah komoditas utama. Meski begitu, beberapa bahan pokok masih bertahan di level tinggi, terutama dari kelompok cabai dan bawang.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia mencatat, penurunan harga paling terasa terjadi pada komoditas hortikultura. Kondisi ini mencerminkan mulai membaiknya pasokan di sejumlah daerah.
Cabai rawit merah yang sebelumnya melonjak kini turun cukup dalam sebesar 23,34 persen menjadi Rp55.000 per kilogram. Meski turun, komoditas ini masih menjadi yang termahal di kelompok cabai.
Penurunan lebih tajam terjadi pada cabai rawit hijau yang anjlok 45,23 persen ke level Rp27.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar turun tipis 2,18 persen menjadi Rp45.000 per kilogram.
Namun, cabai merah keriting justru bergerak berlawanan arah. Harga komoditas ini naik 2,65 persen dan kini berada di Rp46.400 per kilogram.
Dari komoditas bawang, bawang putih mengalami koreksi signifikan sebesar 24,72 persen menjadi Rp30.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang merah justru naik 13,61 persen dan kini menyentuh Rp40.000 per kilogram.
Kelompok beras menunjukkan tren penurunan merata. Beras kualitas bawah I turun 0,34 persen menjadi Rp14.500 per kilogram dan kualitas bawah II turun 7,22 persen ke Rp13.500 per kilogram.
Beras medium I tercatat turun 4,97 persen ke Rp15.300 per kilogram, sementara medium II turun 7,84 persen menjadi Rp14.700 per kilogram. Adapun beras premium, kualitas super I turun 7,78 persen ke Rp16.000 per kilogram dan super II turun 8,01 persen menjadi Rp15.500 per kilogram.
Harga protein hewani juga ikut melemah. Daging sapi kualitas I turun 15,43 persen menjadi Rp125.000 per kilogram, sedangkan kualitas II turun 17,62 persen ke Rp115.000 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp63.750/kg, Daging Sapi Ikut Naik
Daging ayam ras segar tercatat turun 10,67 persen menjadi Rp36.000 per kilogram. Sementara telur ayam ras turun 16,54 persen dan kini berada di level Rp27.000 per kilogram.
Untuk komoditas gula, gula pasir premium turun 5,94 persen ke Rp19.000 per kilogram dan gula lokal turun 11,24 persen menjadi Rp17.000 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng menunjukkan pergerakan beragam. Minyak goreng curah justru naik 8,37 persen menjadi Rp22.000 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 6,18 persen dan kemasan bermerek 2 turun 9,09 persen, masing-masing ke Rp22.000 dan Rp20.500 per kilogram.
Berita Terkait
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik
-
Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun
-
Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih