- 20-30% peserta Magang Nasional Batch 1 langsung direkrut perusahaan.
- Dari 16.112 pendaftar, 11.949 peserta bertahan hingga akhir program.
- Sebagian peserta mundur di tengah jalan karena langsung diterima kerja tetap.
Suara.com - Program Magang Nasional angkatan pertama resmi berakhir dengan catatan positif bagi pasar tenaga kerja Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan, tingkat penyerapan peserta magang oleh dunia industri menunjukkan angka yang menjanjikan, yakni di kisaran 20 hingga 30 persen.
"Ada yang sudah merekrut 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen, dan ini yang sekarang sedang kita data," ujar Yassierli dalam acara penutupan Program Pemagangan Nasional Batch 1 di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Angka penyerapan ini menjadi sinyal kuat bahwa skema pemagangan mulai menjadi solusi efektif dalam menjembatani skill gap antara pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Senada dengan Menaker, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, membeberkan data detail terkait progres peserta. Ia menyebutkan, pada awalnya program ini menjaring minat yang sangat besar dengan total 16.112 peserta hasil seleksi ketat.
Angka tersebut terdiri dari 14.952 peserta di Batch 1A dan 1.160 peserta di Batch 1B. Namun, hingga akhir pelaksanaan, tercatat 11.949 peserta yang aktif bertahan hingga garis finis.
Menariknya, penyusutan jumlah peserta ini tidak sepenuhnya bermakna negatif. Anwar menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama peserta "gugur" di tengah jalan justru karena mereka sudah lebih dulu direkrut menjadi karyawan tetap.
"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di dalam instansi," jelas Anwar.
Kemenaker saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memetakan sektor mana saja yang paling agresif melakukan penyerapan tenaga kerja dari jalur magang ini. Keberhasilan angkatan pertama ini diharapkan menjadi cetak biru bagi pelaksanaan batch selanjutnya guna menekan angka pengangguran terbuka di tanah air.
Baca Juga: Evaluasi Program Magang Nasional, Menaker Blacklist Perusahaan Langgar Jam Kerja
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026