- Gejolak geopolitik global tahun 2026 mendorong masyarakat beralih ke investasi emas sebagai aset proteksi nilai yang stabil.
- Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan logam mulia Flexi Gold yang signifikan hingga Maret 2026 sebesar 756 persen.
- Jakarta menjadi kontributor utama pembiayaan emas nasional dengan porsi 41,79 persen, disusul wilayah Tangerang, Palembang, dan kota lainnya.
Suara.com - Kondisi geopolitik global yang bergejolak terus berlanjut hingga tahun 2026 memicu lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas.
Lantaran, sebagai instrumen yang dinilai paling aman. Apalagi, emas kembali membuktikan perannya sebagai pilihan aset yang defensif sekaligus sangat relevan untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan jangka panjang bagi para investor.
Dalam hal ini, Bank Mega Syariah menangkap tren positif ini dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan logam mulia mereka. Lantaran, meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya diversifikasi aset.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan bahwa profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
"Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap," ujar Benadicto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Ia menuturkan, fenomena penguatan harga emas di pasar dunia saat ini turut mendorong investor domestik untuk beralih dari instrumen berisiko tinggi ke aset fisik yang dinilai lebih stabil dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
"Tren penguatan emas ini sejalan dengan data global dari World Gold Council yang mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun, menandai salah satu level tertinggi sepanjang sejarah," bebernya.
Ia menambahkan bahwa emas dikenal sebagai instrumen yang stabil dibandingkan aset berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar.
Guna memperluas akses masyarakat, Bank Mega Syariah menghadirkan produk Flexi Gold, yakni pembiayaan emas dengan skema fleksibel dan terjangkau. Nasabah dapat memiliki logam mulia 24 karat secara bertahap dengan pilihan tenor satu hingga lima tahun serta gramasi mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu
Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 756 persen dibandingkan posisi Desember 2025.
"Dominasi pasar tercatat berada di Jakarta dengan kontribusi 41,79 persen dari total nilai booking nasional, disusul Tangerang 14,08 persen, dan Palembang 7,15 persen," bebernya.
Selain itu, minat tinggi juga datang dari kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar yang secara akumulatif mencakup sisa 36,98 persen dari total portofolio.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI
-
Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah
-
Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama
-
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata
-
Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya
-
Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional