- Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi Tender Rakyat dalam Program BSPS di Bandung pada Sabtu (25/7).
- Mekanisme transparan itu membuat toko bersaing menawarkan harga material murah dan mengembalikan sisa dana bantuan.
- Pemerintah juga membebaskan retribusi PBG dan BPHTB guna memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian.
Suara.com - Mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau yang dikenal sebagai "Tender Rakyat" menjadi salah satu skema baru dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Melalui mekanisme ini, pemilik toko bangunan bersaing secara terbuka dengan menampilkan daftar material beserta harga yang ditawarkan, sehingga penerima bantuan dapat memperoleh harga yang paling kompetitif.
Sistem tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Menurutnya, keterbukaan informasi harga dalam Tender Rakyat membuat penggunaan anggaran program bedah rumah menjadi lebih transparan dan akuntabel.
"Saya sudah sering ikut sama beliau (Menteri PKP). Ini salah satu program yang bagus sekali, karena ada tender rakyat ini, uangnya semuanya serba terbuka. Semua transparan ya," kata Tito saat meninjau program bedah rumah bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7). Keterangan itu disampaikan kembali di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (26/7).
Dalam mekanisme Tender Rakyat, setiap toko bangunan dapat mengajukan penawaran harga dan daftar bahan bangunan yang dibutuhkan untuk pembangunan atau renovasi rumah. Penawaran tersebut kemudian dibandingkan secara terbuka sehingga toko yang menawarkan harga paling rendah dengan spesifikasi yang sesuai akan dipilih sebagai penyedia material.
Menurut Tito, mekanisme tersebut tidak hanya memberikan kepastian harga kepada masyarakat, tetapi juga mendorong efisiensi penggunaan dana bantuan. Jika terdapat selisih anggaran setelah pembelian material, dana tersebut tidak hangus, melainkan dikembalikan kepada masyarakat penerima manfaat.
"Artinya siapa yang paling murah itu akan menang. Dan kemudian sisa uangnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Silakan berembuk buat apa," ujarnya.
Saat melakukan peninjauan, Tito juga berdialog langsung dengan para pemilik toko bangunan untuk memverifikasi jenis material dan harga yang ditawarkan. Ia menilai sistem tersebut membuka ruang persaingan yang sehat antartoko sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat memperoleh bahan bangunan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Selain memperkenalkan mekanisme Tender Rakyat, Tito mengatakan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto juga terus memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian layak. Salah satunya melalui pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Sekarang untuk khusus masyarakat berpenghasilan rendah, turunkan, dinolkan. Nah, definisi masyarakat berpenghasilan rendah pun, oleh Pak Menteri PKP, sudah agak diperluas," tutur Tito.
Baca Juga: Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
Ia berharap berbagai kebijakan di sektor perumahan, termasuk Tender Rakyat, dapat mempercepat pembangunan rumah sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas di sektor konstruksi dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Tito Karnavian Tegas! ASN Terlibat Judi Online Bakal Disanksi Tanpa Pengecualian
-
Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Apa Itu Tender Rakyat? Skema Baru Program Bedah Rumah yang Diklaim Lebih Transparan
-
Parfum Apa yang Cocok untuk Anak Sekolah dengan Aroma Ringan dan Segar? Ini 4 Rekomendasinya
-
Jejak Karbon Makanan Tidak Sama bagi Semua Orang, Penelitian Ungkap Kelompok dengan Dampak Terbesar?
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta
-
Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri
-
Shin Tae-yong: Persija Belum pada Kondisi Terbaik di Piala Presiden 2026
-
Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Kuning Langsat, Ini 4 Shade yang Cocok
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya