- Brent naik 2,05% ke USD 107,49 akibat gagalnya negosiasi damai AS-Iran dan isu Selat Hormuz.
- Trump batalkan utusan ke Pakistan, picu kekhawatiran tersendatnya pasokan minyak global.
- Goldman Sachs naikkan proyeksi Brent ke USD 90 menyusul risiko guncangan energi di Timur Tengah.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren "rally" pada perdagangan Senin (28/4/2024). Lonjakan hampir 2 persen ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik menyusul buntunya negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta gangguan logistik di jalur vital Selat Hormuz.
Mengutip laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent meroket USD 2,16 atau 2,05 persen ke level USD 107,49 per barel. Ini merupakan posisi tertinggi sejak awal April lalu. Setali tiga uang, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga terkerek USD 1,77 atau 1,88 persen ke angka USD 96,17 per barel.
Tren penguatan ini menyambung performa impresif pekan lalu, di mana Brent dan WTI masing-masing telah mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 17 persen dan 13 persen.
Meredupnya harapan damai menjadi motor utama kenaikan harga. Kabar terbaru menyebutkan, Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan. Padahal, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dilaporkan sudah menginjakkan kaki di Pakistan untuk memulai dialog.
Analis pasar IG, Tony Sycamore menilai langkah Washington tersebut memberikan tekanan psikologis luar biasa bagi pasar.
"Langkah ini mengembalikan kendali sepenuhnya ke tangan Iran, dan waktu terus berjalan dengan cepat," ujar Sycamore.
Ia memperingatkan, jika ketegangan terus berlanjut, Teheran kemungkinan terpaksa menutup ladang minyak tua mereka apabila fasilitas penyimpanan sudah menyentuh batas maksimal.
Merespons situasi yang kian tak menentu di Timur Tengah, raksasa perbankan investasi Goldman Sachs langsung merevisi ke atas proyeksi harga minyak mereka. Brent diprediksi bakal nangkring di level USD 90 per barel dan WTI di USD 83 per barel pada kuartal keempat.
Dalam laporannya, tim analis Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven menekankan bahwa risiko ekonomi saat ini jauh melampaui perkiraan awal.
Baca Juga: Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
"Ada risiko kenaikan bersih terhadap harga minyak dan produk olahan yang luar biasa tinggi. Kita menghadapi skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Struyven.
Kombinasi antara tersendatnya pasokan di Selat Hormuz dan kegagalan diplomasi kini membuat pasar energi global berada dalam posisi siaga satu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global