- Bank Indonesia dan Pemerintah resmi meluncurkan program PINISI 2026 untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan ke sektor riil nasional.
- Inisiatif ini bertujuan mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,9 hingga 5,7 persen di tengah ketidakpastian global.
- Pemerintah mengoptimalkan kapasitas pembiayaan melalui kebijakan makroprudensial serta memfasilitasi pertemuan antara proyek prioritas dengan para investor global.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah resmi meluncurkan inisiatif Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026).
Hal ini guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan melalui penguatan investasi dan kapasitas pembiayaan.
Langkah strategis Bank Indonesia dalam mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor riil, serta mengatasi hambatan intermediasi perbankan nasional melalui sinergi kebijakan dalam program PINISI 2026.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya memperkuat mesin pertumbuhan domestik demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,9 hingga 5,7 persen pada tahun 2026 di tengah ketidakpastian global.
"Melalui penguatan bauran kebijakan makroprudensial, Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, sekaligus membangun kepercayaan para pelaku usaha agar proyek prioritas nasional mendapatkan dukungan pembiayaan perbankan yang optimal," jelasnya dalam siaran pers yang diterima, Selasa (28/4/2026).
Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan bahwa sektor jasa keuangan memegang peran strategis sebagai motor pembangunan.
"Kredit perbankan diharapkan dapat tumbuh sehat dan menjangkau sektor UMKM yang mampu menciptakan nilai tambah serta lapangan kerja," katanya.
Hingga 31 Maret 2026, realisasi Kredit Program telah mencapai Rp78,39 triliun atau sekitar 24,88 persen dari target tahun 2026.
Data terbaru menunjukkan bahwa pada Maret 2026, kredit perbankan tumbuh 9,49 persen secara tahunan (year-on-year).
Baca Juga: Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
Sementar itu, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa masih terdapat ruang yang luas untuk mendorong pembiayaan sektor produktif.
Hal ini terlihat dari fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.527,46 triliun atau setara 22,59 persen dari total plafon kredit.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BI terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
"Langkah ini bertujuan mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor prioritas sekaligus mempercepat penurunan suku bunga kredit," ujarnya.
Saat ini, kapasitas pembiayaan perbankan masih memadai dengan rasio likuiditas (AL/DPK) sebesar 27,85 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 13,55 persen pada Maret 2026.
Rangkaian kegiatan PINISI 2026 yang berlangsung selama dua hari ini juga mencakup agenda showcasing dan business matching antara proyek prioritas pemerintah dengan perbankan dan investor global.
Melalui langkah konkret ini, BI dan Pemerintah mempertegas komitmen dalam mendorong arus investasi serta memperkuat sinergi kebijakan demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif melalui program percepatan intermediasi perbankan yang efektif.
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas