- Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp17.143 per dolar AS di Jakarta pada Rabu, 21 April 2026.
- Penguatan rupiah didorong oleh pelemahan indeks dolar serta langkah pemerintah dalam menaikkan harga BBM nonsubsidi di Indonesia.
- Analis memprediksi penguatan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut jika Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (21/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.143 per dolar AS, naik 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Senin (20/4/2027) di level Rp17.168.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan mata uang Garuda berhasil memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar serta penurunan harga komoditas energi dunia untuk merangkak naik. Meski demikian ia mengingatkan mengungkapkan penguatan rupiah bersifat sementara dan bisa berlanjut jika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga.
"Rupiah ditutup menguat walau tidak sebesar di sesi awal. Sentimen yang beragam pada harapan perdamaian di Timur Tengah kembali menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta.
Lebih lanjut Lukman menerangkan rupiah masih didukung langkah pemerintah menaikan harga BBM nonsubsidi. Investor juga mengantisipasi kemungkinan Bank Indonesia akan bersikap "hawkish" dalam Rapat Dewan Gubernur besok.
"Rupiah berpotensi kembali menguat apabila BI menaikkan suku bunga atau paling tidak memberikan sinyal akan kenaikan dalam waktu dekat," jelasnya.
Sementara pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai mengatakan tren positif rupiah bisa bertahan jika pemerintah mampu menjaga ketahanan fiskal dan memperkuat peran APBN sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat,
"Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN," ujar dia.
Rupiah menguat bersama-sama dengan mata uang lain di kawasan. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,29 persen.
Berikutnya ada peso Filipina yang ditutup melesat 0,07 persen, won Korea Selatan yang terkerek 0,05 persen dan yuan China terangkat 0,02 persen. Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,001 persen terhadap the greenback.
Baca Juga: Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell
Di sisi lain rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,67 persen. Diikuti oleh baht Thailand dan dolar Singapura yang sama-sama terkoreksi 0,16 persen, lalu yen Jepang yang turun 0,13 persen dan ringgit Malaysia terlihat melemah tipis 0,02 persen terhadap dolar AS di sore ini.
Berita Terkait
-
Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini
-
Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun
-
BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS
-
Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil
-
Rupiah Semu di Level Rp17.168
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026
-
Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global
-
Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru
-
1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW
-
Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi
-
Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini
-
IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
-
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
-
Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif