- Menkeu Purbaya memaparkan transformasi ekonomi Indonesia melalui investasi, industrialisasi, dan produktivitas dalam pertemuan internasional di Amerika Serikat, April 2026.
- Pemerintah Indonesia mengoptimalkan peran APBN sebagai penyangga daya beli masyarakat sekaligus menjaga disiplin fiskal agar tetap stabil.
- Ekonomi Indonesia dinilai tangguh dibandingkan negara lain berkat inflasi rendah, rasio utang terjaga, serta sinergi kebijakan yang kuat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan terkini kondisi ekonomi Indonesia saat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di Amerika Serikat.
Dalam seminar bertajuk Supporting Economic Recovery in Middle-Income Countries: Alignment of Higher Productivity and Quality Jobs Creation, Amid High Indebtedness, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa Indonesia tengah menggeser fokus pembangunan.
Menurutnya, Pemerintah saat ini tak hanya menjaga stabilitas, tapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini didorong melalui tiga pilar utama yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
“Kita mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya akan stabil, tetapi juga akan lebih produktif dan berkelanjutan serta menjadi lebih terdiversifikasi dan tangguh,” katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, Menkeu juga menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga.
Bendahara Negara menyebut, ketahanan ini tidak terlepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat, dengan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN," jelasnya.
Diketahui Purbaya bersama delegasi Kementerian Keuangan menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia (World Bank Group) pada 13-17 April di Washington DC, Amerika Serikat.
Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Pembangunan, Gubernur Bank Sentral, anggota parlemen, eksekutif sektor swasta, perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), pelaku usaha, akademisi, dan organisasi internasional.
Baca Juga: Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
Mereka membahas tantangan utama pembangunan global, termasuk prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas keuangan, dan pengentasan kemiskinan.
Tag
Berita Terkait
-
Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
-
Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi
-
AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri