Bisnis / Makro
Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB
Kepala BP BUMN/COO BP Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan Bos KAI sering dipanggil Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto sering memanggil Dirut KAI untuk membahas penyediaan transportasi kereta api yang baik dan terjangkau.
  • Pemerintah akan melaksanakan peletakan batu pertama proyek elektrifikasi jalur kereta Jakarta menuju Cikampek, Sukabumi, dan Cilegon pada 20 Mei.
  • Proyek elektrifikasi tersebut bertujuan menghidupkan ekonomi kota baru, mengurangi urbanisasi, menekan polusi, serta meningkatkan efisiensi moda transportasi nasional.

Suara.com - Kepala BP BUMN/COO BP Danantara, Dony Oskaria, menyebut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin sering dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pemanggilan ini menyangkut terkait dengan penyediaaan transportasi massal yang bagus dan murah untuk masyarakat.

"Bapak Presiden sangat mencintai transportasi umum kereta api ini, karena itu bisa menyaksikan seringkali dipanggil Bapak Presiden untuk berdiskusi mengenai kita ingin menyediakan transportasi massal yang Baik dan accessible bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya Dony saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Seasa (28/4/2026).

Menurutnya, pada tanggal 20 Mei nanti juga akan dilakukan peletakan batu pertama atau Groundbreaking proyek elektrifikasi jalur kereta dari diesel menjadi listrik.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin (Tengah). (Suara.com/Achmad Fauzi].

"Karena itu tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei, kita akan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta Cikampek, Jakarta Sukabumi dan juga Jakarta Cilegon," ucapnya.

Dony menambahkan, proyeksi elektrifikasi jalur kereta memiliki dampak yang luas terhadap ekonomi wilayah yang dilalui KRL ke depannya.

"Ini salah satu bentuk sebetulnya. Apa dampaknya? Dengan kita lakukan elektrifikasi ini akan hidup kota-kota baru disepanjang, mengurangi urbanisasi, mengurangi juga polusi, mengurangi juga inefisiensi yang terjadi dalam moda transportasi kita," imbuhnya.

Load More